Desa Wisata, Perkuat Atraksi Melalui “Storynomic Tourism”

Share it

MENPAREKRAF Sandiaga dalam kunjungan kerjanya ke Yogyakarta,  mengunjungi Desa Wisata Karangrejo. Desa Wisata yang berada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ini merupakan salah satu desa wisata yang telah tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan. Konsep keberlanjutan sendiri menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki desa wisata untuk menjadi desa wisata mandiri.

“Desa wisata Karangrejo pada 1 Maret lalu sudah tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan. Disini ada salah satu homestay terbaik yang pernah saya lihat dengan standar kelas dunia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno di Balkondes Karangrejo.

Menparekraf menilai desa wisata Karangrejo memiliki kekuatan yang kuat sebagai destinasi. Selain homestay, desa wisata ini juga menawarkan atraksi lain yang sudah dikenal wisatawan, seperti kerajinan pahat batu, spot sunrise Punthuk Setumbu, dan Gereja Ayam, kebun buah, VW Safari Tour, dan lainnya.

Tercatat, sebelum pandemi, desa wisata ini dikunjungi lebih dari 20 ribu wisatawan mancanegara dan 50 ribu wisatawan nusantara.

Sandiaga mendorong agar desa wisata Karangrejo terus meningkatkan kualitas keberlanjutan dan daya tarik. Salah satunya mengedepankan orisinalitas yang dimiliki dengan pendekatan atraksi berbasis narasi.

“Biasanya wisatawan datang ke Borobudur hanya foto-foto dan posting di media sosial, ke depan kita ingin ditingkatkan dengan narasi seperti bagaimana desa ini dulu merupakan bagian dari pembangunan Candi Borobudur. Bagaimana desa ini berperan pada tahapan renovasi, tokoh-tokoh di sini dapat menceritakan tempat-tempat situs yang berkaitan dengan Borobudur. Sehingga ada storytelling,” kata Sandiaga.

Kemudian desa wisata Karangrejo dan desa wisata lainnya harus menjadi bagian dari travel plan wisatawan. Desa wisata harus dapat merancang paket perjalanan tiga (3) sampai empat (4) hari yang disandingkan dengan konsep ecotourism atau sport tourism.

“Saya juga melihat dimana produk ekonomi kreatif di sini sudah mulai mengadopsi teknologi sehingga banyak pelaku ekonomi kreatif di sini sudah melek digital sehingga dapat memperluas peluang usaha,” kata Sandiaga.

Satgas Toilet

Menparekraf Sandiaga Uno dalam kesempatan itu juga mengapresiasi kehadiran peran serta komunitas dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air. Salah satunya Satgas Jamban Jateng-DIY yang telah aktif bersama-sama masyarakat melakukan revitalisasi toilet di destinasi.

Komunitas yang diketuai Pujo Priyono itu sebelumnya telah melakukan kegiatan revitalisasi toilet di kawasan wisata Dieng.

“Toilet memiliki peran penting sebagai indikator pariwisata. Bukan cuma indah, tapi juga kelayakan toiletnya, mulai dari air bersihnya lancar, kelengkapan toilet sampai dengan higienitasnya,” kata Sandiaga.

Ia pun mendorong gerakan ini dapat diikuti komunitas di daerah lain sehingga dapat mengubah pariwisata nasional yang bersih, indah dan nyaman.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha parekraf untuk sama-sama ikut membentuk Satgas Toilet di destinasi wisatanya masing-masing,” kata Sandiaga. *BTNewspaper/e


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *