Usada Bali Jadi Alternatif Masyarakat

BALI terkenal akan pengobatan yang sudah diwariskan secara turun temurun. Pengobatan tradisional atau Usada Bali merupakan warisan perlu dilestarikan. Keberadaan pengobatan tradisional, diharapkan bisa mengimbangi obat tradisional dari luar seperi dari China ataupun Korea, ungkap Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati pada pameran “Menggalang Kekuatan Ekonomi Masyarakat Bali melalui Pengembangan Obat Tradisional menuju Bali Era Baru” dan Praktek Pangusada Bali.
Agar tidak terjadi kompetisi yang kurang sehat, perlu dibentuk perkumpulan atau asosiasi yang mewadahi para pengusaha obat tradisional ini, lanjutnya. Jika memungkinkan, agar dibentuk koperasi yang bisa menghubungkan antara pengusaha dengan petani setempat. Dihimbau para pengusaha untuk selalu menggunakan dan menonjolkan bahan baku dari daerah maisng-masing, karena hal ini juga bisa membantu para petani setempat dalam memasarkan produk mereka.
Menurut staf ahli Gubernur Bali Bidang Permukiman dan Sarana Prasarana Wilayah I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana pameran berlangsung dua hari merupakan tindak lanjut dari rakorda Staf Ahli I yang dilaksanakan pada selasa 27 April 2021. Tujuan mengangkat pengobatan tradisional karena menurutnya Bali mempunyai potensi pengobatan yang luar biasa jika dikembangkan. Pameran diikuti tiga komponen yaitu pengusaha obat, praktek pangusada serta petani pemasok bahan baku obat dari seluruh Bali.
Ke depan pihaknya mencoba membentuk lembaga atau asosiasi yang menghubungkan petani dan pengusaha obat. Pemetaan potensi daerah hal tanaman karakteristik setempat. *BTNewspaper/e
