Potensi Pasca Bencana
Jemberana, BTNp: PEMBELAJARAN yang diperoleh dari cuaca ekstrem pada 16 hingga 17 Oktober 2022, selain banjir bandang dan longsor disejumlah kawasan di Bali. Juga memunculkan potensi- potensi baru yang dapat diberdayakan tepat guna disisi keparwisataan.
Misal daerah banjir dan longsor di Karangasem, terbuka peluang menjadi lintasan wisata bersepeda atau trakking dan live-in di desa, penyelenggaraan berkemah akhir pekan bahkan wisata spiritual “melukat”.
Di Jemberana, paska banjir banding akibat cuaca ekstrem 16,17 Oktober lalu itu, membuka peluang membangun embung, tangkapan air hujan di hulu sejumlah sungai yang mengalir di Kabupaten Bumi Makepung ini. Pasalnya, “glontoran” air dengan material kayu- kayu glondongan ukuran besar terpotong rapi berasal dari salah satu areal tampungan air alamiah seluas 5 (lima) dan 20 hektar –prediksi gambar dari drone—hasil survey berteknologi yang dilakukan pihak- pihak berwenang.
“Hasil mitigasi terakhir bersama pihak terkait, ditemukan dua lokasi potensi penampung air berukuran besar di hulu sungai- sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Jemberana. Sedang dikaji peluang pemberdayaan potensi tersebut untuk daerah sekaligus menjaga lingkungan diwilayah hulu,” ungkap Kepala BPPD Jemberana, Agus Artana Putra, saat menerima Tim ASITA Care DPD ASITA Bali, Jumat 16 Desember 2022.
Pada kesempatan tersebut, Waka Lingkungan, Sosial dan Budaya DPD Bali, Nyoman Yasa Sedia menyampaikan potensi di hutan Jemberana berpeluang untuk dikembangkan sebagai objek wisata alam. Pemberdayaan potensi yang juga berfungsi sebagai upaya melestarikan lingkungan, serta edukasi bagi masyarakat baik yang bermukim di sekitar wilayah mau pun masyarakat pengunjung kawasan hutan.
ASITA Care
Seperti disampaikan Kepala BPPD Jemberana, terdeteksi ada dua kawasan penampungan air alamiah dengan luas 5 sampai 20 hektar. Penyebab banjir bandang Oktober lalu, terjadi akibat jebolnya sebagian dinding penampungan air yang terbentuk secara alamiah tersebut. Selain makin sempitnya alur sungai- sungai dan tingkat sidementasi yang tinggi, selain makin intensnya rob di pesisir selatan wilayah Jemberana.
Di Kabupaten Jembrana, tercatat banjir di 5 titik sungai menyebabkan 3.955 rumah terendam dengan 50 titik banjir tersebar di sebagian kecamatan. Di Kecamatan Mendoyo misalnya, terdapat 17 titik lokasi kejadian dengan jumlah KK terdampak 888, menimbulkan 1 korban jiwa. Infrastruktur rusak lain adalah 7 unit jembatan, 6 saluran irigasi dan sungai, serta 15 ruas jalan.
Sejumlah program recovery telah dilaksanakan pihak pemerintah daerah mau pun pusat seperti perbaikan rumah, relokasi sejumlah pemukiman, bantuan sementara dan dukungan sembako. Kolaborasi program dilakukan untuk mempercepat pemulihan, jelas Kepala BPPD Jemberana, Agus Artana Putra saat menerima Tim ASITA Care dibawah Koordinasi Waka Lingkungan, Sosial dan Budaya DPD Bali.
Bertempat di Posko Penanggulangan Bencana Jemberana, ASITA menyerahkan sejumlah bantuan sembako untuk disampaikan kepada para penyintas bencana. *BTNewspaper
