ITB- Asia: Wajib Dihadiri Profesional Perjalanan APAC
SINGAPURA, BTNp: AJANG ITB (Internationale Tourismus-Börse)- Asia 2024, di The Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands, 23-25 Oktober memecahkan rekor dengan pertumbuhan dan inovasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan telah menyiapkan “panggung” edisi 2025 yang inovatif.
Penyelenggara ITB- Asia ke-18 tahun 2025, siap memperluas klaster Travel Tech Asia –menjawab tren—dengan memperdalam sisi pemutahiran tehnologi perjalanan. Platform khusus ini akan memamerkan kemajuan terbaru dalam sistem reservasi, peralatan, perangkat AI, platform CRM, desain, dan inisiatif keberlanjutan — redefinisi masa depan akomodasi dan pengalaman tamu–.
Diajang ITB- Asia ke-17 ini, para peserta pameran dari seluruh dunia memuji kemampuan penyelenggara mempertemukan para pelaku utama industri perjalanan di bawah satu atap. Pameran dagang perjalanan terkemuka di Asia ini, menyelenggarakan lebih dari 45.000 pertemuan bisnis, menarik lebih dari 18.500 peserta dari 85 negara, dan menampilkan 1.950 peserta pameran. Selain itu, lebih dari 1.400 pembeli berkualitas tinggi berkontribusi pada lingkungan bisnis dan jaringan yang dinamis.
Lazimnya penyelenggaraan ITB Berlin –induk lembaga penyelenggaraan ITB- Asia–, bursa dilengkapi area konferensi pengenalan produk dan analisa pasar perjalanan dunia. Dan sepanjang penyelenggaraan ITB- Asia 2024, menampilkan 160 pembicara papan atas dengan analisis- analisis yang “bernas’.
Refleksi Keberhasilan ITB-Asia
Adalah Ingunn Sakshaug, Market and Travel Trade Specialist dari Visit Norway, mengungkapkan ITB- Asia memberi kesempatan unik untuk terhubung dengan penyelenggara perjalanan dari berbagai negara di satu tempat, dan acara tahun ini melampaui harapan institusi Visit Norway.
Senada dengan Ingunn Sakshaug, Manajer Senior, Delegasi Perdagangan, Visit Iceland, Thorleifur Thor Jonsson, menyatakan ITB Asia adalah platform sangat berharga bagi Islandia untuk masuk ke pasar Asia Tenggara. Sistem pertemuan yang sangat efisien, memastikan maksimalisasi capaian rencana transaksi.
Xiaolong Wu, Menejer Pemasaran – Pasar APAC (Asia-Pacific) dan MENA (Middle East and North Africa), dari Otoritas Pariwisata Malta, menambahkan, ITB- Asia salah satu platform terbaik untuk terhubung dengan mitra dagang perjalanan Asia-Pasifik.
“ITB Asia tetap menjadi platform terdepan bagi industri perjalanan di kawasan Asia-Pasifik. Pertumbuhan dan inovasi luar biasa yang ditunjukkan tahun ini menyoroti ketahanan dan kemajuan inovasi, analisis komunitas perjalanan global. Kami bersemangat untuk terus membentuk masa depan dunia “perjalanan”, mendorong batasan yang mungkin bisa dilakukan,’’ ujar Joyce Wang, Direktur Eksekutif Messe Berlin Asia Pacific.
“Highlight” Konferensi ITB Asia 2024
Program konferensi di ITB-Asia 2024, terselenggara 100 sesi acara, dengan pembicara 160 tokoh industri terkemuka. Menampilkan diskusi-diskusi selama tiga hari di tiga teater berbeda, dengan konten- konten yang berdampak. Para pemimpin industri dan pembicara menyumbangkan wawasan mereka, dan menjadikan acara ini sebagai platform penting pertukaran pengetahuan. Diskusi difokuskan pada masa depan MICE, perjalanan korporat, perjalanan wisata, dan teknologi perjalanan.
Pada kesempatan ini hadir , Managing Director Asia Pacific & Sr Advisor to CEO of World Travel & Tourism Council (WTTC), Liz Ortiguera, Kevin Goh, CEO Lodging, CapitaLand Investment Limited dan The Ascott Limited, yang berbagi wawasan berharga tentang tren keberlanjutan, dan inovasi teknologi yang membentuk masa depan perjalanan.
Tren dan Inovasi Perjalanan
Di Knowledge Theatre, para pemimpin industri terlibat dalam diskusi yang menggugah pikiran tentang berbagai topik penting seperti perilaku perjalanan, loyalitas pelanggan, keberlanjutan di hotel, atau evolusi pengalaman menginap jangka panjang di Asia Pasifik.
Diskusi juga mengeksplorasi bagaimana berbagai tahapan kehidupan memengaruhi keputusan perjalanan, mempengaruhi perilaku perjalanan. Dalam obrolan santai tentang loyalitas pelanggan
Mengemuka hal bagaimana merek dapat menggunakan pengalaman perjalanan untuk mendorong loyalitas pelanggan, mengungkap tren perjalanan regional dan global utama di Asia Pasifik.
Diskusi makin menghangat saat berbicara hal keberlanjutan – sustainability — telah berubah dari sekadar “hal yang menyenangkan untuk dimiliki” menjadi bagian inti dari identitas merek usaha. Juga berbicara hal dampak transformasi digital dan solusi hidup fleksibel pada industri perhotelan.
Transformasi Digital dan AI
Di sudut MICE Show Asia, transformasi digital menjadi sorotan. Hadir Errol Lim, COO Jublia, James Kang, Manajer Direktur MEPS International Korea, dan Dylan Sharma, Co-Founder TRICOM Events, mengeksplorasi transformasi digital dalam MICE. Dengan fokus pada perangkat yang digerakkan oleh AI seperti personalisasi dan analisis data pembentuk manajemen acara.
Abel Zhao, CEO Connexus Group Holdings, membahas globalisasi dan lokalisasi dalam perusahaan manajemen perjalanan (TMC), menyoroti bagaimana organisasi dapat berhasil mengintegrasikan lokalisasi ke dalam strategi global mereka untuk memenuhi permintaan dan perkembangan serta pergeseran pasar.
Terkait keberlanjutanindustri perjalanan Rita Kuan, Manajer Pengembangan Pasar di GSTC, Ian Gan, Chief Sustainability Officer di Singapore EXPO, dan Adam Piperdy, Pendiri Unearthed Productions, menyampaikan strategi yang dapat ditindaklanjuti dalam mendorong keberlanjutan. Forum mengeksplorasi strategi masa depan yang lebih hijau dalam industri MICE. Tersedia perangkat lunak berstandar, industri dapat mengadopsi standar keberlanjutan dan berkolaborasi untuk dampak jangka panjang.
Teknologi Perjalanan
Inovasi menjadi pusat perhatian di Travel Tech Asia, dengan sesi-sesi yang menyoroti kebutuhan para pelancong “melek” tehnologi. Dalam sesi ini mengemuka persoalan “redefinisi “ indusri perjalanan dengan solusi digital berpijak pada “kelokalan”.
Membahas potensinya untuk mengubah penjualan eceran maskapai penerbangan, memberikan penawaran lebih personal dan harga yang transparan. Mengungkap bagaimana teknologi baru seperti Generative AI dan Web 3.0 membentuk kembali lanskap manajemen perjalanan.
Sesi Travel Tech Asia di ajang ITB-Asia 2025 direncanakan menjadi highlight acara.
ITB-Asia 2024, juga dilengkapi panel investasi mempertemukan para ahli seperti Rayner Loi, Co-Founder & CEO Lumitics, Nicholas Cocks, Managing Partner di Velocity Ventures, dan Bennett Lee, Partner di Velocity Ventures, membahas prospek strategis untuk sektor perjalanan dan perhotelan.
Panel menyoroti peluang utama dalam inovasi berbasis data dan keberlanjutan, memposisikan industri untuk pertumbuhan jangka panjang. Persoalan data, analisis dan keberlanjutan menjadi “seksi” dalam sejumlah pasar wisata dunia saat ini.
Yang jelas edisi ke-18 tahun depan (2025) ITB Asia akan berlangsung pada 15–17 Oktober 2025 di Singapura. *BTNewspaper.
