Vaksinisasi di Bali

GUBERNUR Bali, Wayan Koster menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 di Provinsi Bali, Kamis (14/1) di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), Sanur Kauh, Kota Denpasar. Vaksinasi di bagian lengan kiri dilakukan oleh dr. Putu Gede Surya Wibawa, M.Biomed, Sp.PD.
Vaksin COVID-19 yang dikirim oleh Biofarma Bandung buatan perusahaan asal China, Sinovac. Bali menjadi prioritas dalam penanganan COVID-19, karena Bali menjadi destinasi pariwisata dunia. Untuk itu, pemerintah pusat sudah menyiapkan cukup vaksin untuk Bali dengan harapan besar pandemi COVID-19 ini berakhir, dan kembali melakukan upaya-upaya percepatan peningkatan ekonomi di Provinsi Bali.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya melaporkan bahwa tujuan dari vaksinasi COVID-19 ini untuk membentuk kekebalan kelompok, menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan, dan menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial, serta ekonomi.
“Dalam vaksinisasi ini, kami juga akan menyasar pemberian vaksin yang jumlahnya mencapai 2.999.400, dimana secara rinci akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan tenaga penunjang faskes, termasuk tenaga tracing sebanyak 30.320, kemudian diberikan kepada pelayan publik seperti TNI, POLRI, Satpol PP, guru, hingga aparat hukum sejumlah 263.389, dilanjutkan diberikan ke masyarakat rentan (geo spasial, sosial ekonomi, red) sebanyak 1.290.243, dan diberikan kepada masyarakat dan pelaku ekonomi sejumlah 854.756. Serta yang tidak ketinggalan pemberian vaksin ini juga menyasar masyarakat rentan (lansia, red) yang jumlahnya mencapai 560.782,” jelas Kadiskes Bali, dr. Ketut Suarjaya seraya menyatakan untuk sasaran awal, pemberian vaksin ini akan dilakukan kepada orang yang berusia 18-59 tahun, dan berikutnya disusul oleh usia 60 tahun. *BTNewspaper/e/humas
