Webinar Saatnya Kita Bicara ASITA71

FCC Usaha Buka Border Internasional, Kapan?

Share it

Webinar-tourism dialogue-ASITA71
Webinar “Saatnya Kita Bicara (SAKIRA)” bertajuk “Kapan Bali Buka Border?”

JIKA mengkaji data, angka terkonfirmasi dan sembuh penderita COVID-19, angka perawatan dan kematian. Mengapa kita tidak buka saja “border” kita? Sehingga perekonomian Bali tidak makin terpuruk? Demikian salah satu isu yang mengemuka dalam dalam acara webinar SAKIRA (Saatnya Kita Bicara) yang diselenggarakan oleh ASITA 71 Bali dengan tema “Kapan Bali Buka Border?”

Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) memaparkan bahwa pemerintah telah mempunyai program Free COVID Corridor (FCC), sebagai langkah membuka pembatasan perjalanan wisata. Sebagai bagian negara, Wagub juga mengingatkan ada keterikan pada ketentuan negara.

Wagub Bali

“Kita tidak bisa melakukan tindakan cepat membuka border.  Meski kecil jumlahnya, penting ada pergerakan ekonomi, perlu kesabaran 98% masyarakat yang taat prokes. Yang disoroti adalah warga asing yang stranded di Bali, prilaku “pelanggarannya”  sangat luar biasa. Pemerintah sudah membahasnya dengan para duta besar negara- negara asing di Indonesia jika Bali akan memberlakukan sanksi tegas , deportasi dan pencekalan terhadap warga negara asing yang melanggar prokes,” tegas Wagub menjawab pertanyaan salah seorang penasehat ASITA71 Bali, Al Purwa.

SAKIRA adalah program tourism dialogue  DPD ASITA71 Bali, yang diharapkan mampu memberikan update informasi baik dari sisi pasar mau pun produk sebagai bagian layanan jasa biro perjalanan wisata di Bali. Menurut Ketua ASITA 71 Bali Putu Winastra melalui tourism dialogue anggota ASITA 71 mendapatkan kekinian kinerja kepariwisataan serta menyebarkannya kepihak- pihak terkait. SAKIRA dikemas menjadi forum untuk berdiskusi antara pelaku pariwisata, pemerintah serta stake holder terkait tentang perkembangan pariwisata serta langkah pemangku kepentingan dalam membangun pariwisata Bali.

Dalam webinar SAKIRA pertama menghadirkan Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Bali Made Rentin, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Prov Bali Ida Ayu Indah Yustikarini, CEO Garuda Indonesia Bali NUSRA, Dewa Rai dan Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenhumkam Prov Bali I Made Sukrayasa. Diikuti secara aaktif anggota ASITA 71, pengamat kepariwisataan dan diikuti 35 seller dan 35 buyer peserta We Love Bali table top yang diselenggarakan di hotel Stala Ubud.

Dan Wagub Cok Ace selaku keynote speaker memaparkan jika program FCC adalah mengijinkan wisatawan asing yang telah tuntas melaksanakan vaksin di negaranya. “Sasaran wisatawan asing tersebut adalah wisatawan Tiongkok, yang kita ketahui bahwa negara tersebut telah berhasil keluar dari pandemi karena program vaksinasi yang berhasil. Jadi kita bisa mendatangkan mereka,” bebernya.

Akan tetapi,  ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh negara tujuan, dalam hal ini khususnya Bali. “Pertama kita harus mencapai 75% warga khususnya pelaku pariwisata divaksin,” tegasnya.

Menurutnya, itu tugas pertama di pemerintahan saat ini untuk menuntaskan vaksinasi di Bali secepat mungkin, terutama bagi tenaga kerja di bidang pariwisata. Syarat lainnya adalah fasilitas kesehatan yang menyerupai dengan negara asal, yaitu Tiongkok. “Ini juga mesti kita siapkan, setidaknya fasilitas kita harus sama. Sehingga ada kepercayaan negara tersebut mengijinkan warganya berwisata ke Bali,” jelasnya.

Ditegaskan Wagub, disiplin akan protokol kesehatan COVID-19 salah satu hal penting yang harus diperhatikan jika ingin membuka border. Ia mengaku bersyukur saat ini Bali menduduki posisi kedua taat terhadap prokes dengan angka 98,3% di bawah Kalimantan Barat sebesar 98,6%, sebagai modal meyakinkan masyarakat internasional jika Bali memang sudah siap menyambut wisatawan internasional.

 “Dulu jualan kita adalah alam, adat dan budaya. Saat ini kita geser sedikit selain ketiga hal tersebut. Kita harus bisa yakinkan masyarakat internasional jika pemerintah dan masyarakat benar-benar sudah menjalankan prokes dengan baik dan benar,” tandasnya. *BTNewspaper/e


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *