Pantai Lovina di Buleleng, sepi pengunjung

DISPAR DAN PHRI BULELENG, GAYUNG BERSAMBUT BERJUANG UNTUK MENYAMBUT KEPARIWISATAAN DI ERA NEW NORMAL

Share it

Buleleng, BTNp: DINAS Pariwisata (Dispar) dan Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia Kabupaten Buleleng kini tengah berjuang bersama-sama dalam menghadapi deraan pandemi COVID-19 dan menyambut geliat kepariwisataan di Era New Normal.

Langkah-langkah nyata yang telah dilakukan oleh pegiat pariwisata Buleleng dalam mengahadapi pandemi COVID-19 dan menyambut geliat Kepariwisataan Buleleng di Era New Normal, antara lain sebagai berikut : 1. Seluruh karyawan hotel dan restoran di Buleleng sudah menerima vaksin sampai dosis vaksin tahap ke 2 (dua). 2. Semua hotel dan restoran yang terhimpun dalam PHRI Buleleng sesungguhnya sudah mengimplementasikan CHSE (Clean, Health, Safety and Environment) walau pun secara resmi mereka banyak yang belum mengantongi sertifikat CHSE tersebut. Seluruh hotel dan restoran yang ada dalam wadah PHRI Buleleng sudah siap dengan aplikasi Peduli Lindungi.

Langkah-langkah tersebut di atas sesuai dengan penjelasan dari Ketua PHRI Buleleng, I Dewa Ketut Swardipa.

“Kami PHRI Buleleng, dalam rangka mempercepat pulihnya geliat Kepariwisataan di Buleleng, telah melakukan langkah-langkah nyata, seperti sudah menerima program vaksinasi sampai dosis tahap kedua, seluruh anggota kami sudah menerapkan CHSE walaupun secara resmi banyak dari kami belum mengantongi Sertifikat CHSE. Hal ini masih in process. Juga mengenai aplikasi Peduli Lindungi sudah kami lakukan” , ungkap Swardipa.

Menyangkut CHSE, Ni Made Rousmini, S.Sos, MAP., selaku Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa, sertifikat CHSE wajib harus dimiliki oleh segenap komponen pariwisata seperti hotel, restoran, DTW (Daya Tarik Wisata) dan pihak terkait lainnya yang berhubungan dengan aktivitas kepariwisataan.

Hal ini penting, mengingat sertifikat tersebut merupakan salah satu syarat yang teramat sangat penting untuk bisa mengundang wisatawan agar mau berkunjung ke Buleleng. Tanpa sertifikat CHSE, kita tidak bisa mempromosikan potensi wisata kita. Lebih lanjut Rousmini berharap, dengan Sertifikat CHSE Kementerian Pusat bisa membantu mempromosikan kepariwisataan Buleleng keseluruh dunia. *DisParda/Agung Suamba


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *