Kongres Pertama Pariwisata Olahraga
Ditengah pesta Batminton Festival 2021 di kawasan Nusa Dua, Bali di Lloret de Mar digelar Kongres Pertama Pariwisata Olahraga Dunia. Mengangkat tema bahasan peran olahraga untuk pemulihan pariwisata dan kontribusinya pada agenda 2030. Selama dua hari para pakar dan akademisi dalam pariwisata olahraga berdebat tentang tren saat ini dan masa depan serta menggarisbawahi peran kunci olahraga untuk pengembangan pariwisata inklusif yang lebih berkelanjutan.
Spanyol, BTNp: MENGAWALI Kongres Pertama Pariwisata Olahraga Dunia (25-26 November, Lloret de Mar, Spanyol) fokus pada kapasitas unik sektor wisata olahraga untuk mempromosikan pembangunan, diversifikasi, dan kemitraan publik-swasta yang inklusif berkelanjutan. Kongres diselenggarakan oleh Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) dan Catalan Tourism Agency (ACT), Anggota Afiliasi UNWTO.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili menyatakan dengan partisipasi langsung didalam kongres, menunjukkan pesan yang jelas bahwa sektor pariwisata siap untuk menyambut wisatawan lagi, dan pemulihan pariwisata olahraga memainkan peran penting.
“Contoh yang menggembirakan adalah kembalinya acara olahraga besar secara bertahap, yang merupakan pendorong utama dimulainya kembali pariwisata,” ujar Pololikashvili.
Sementara itu, Menteri Bisnis dan Tenaga Kerja Pemerintah Daerah Catalonia, Roger Torrent, menekankan bahwa “Kongres ini dapat memunculkan ide-ide yang memungkinkan kebangkitan menuju pariwisata yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan berkat diversifikasi, diferensiasi, dan kekhususan minat ” .
Lebih lanjut dikatakan pariwisata, khususnya pariwisata olahraga, dapat menawarkan peluang ekonomi, lapangan kerja, dan sosial yang harus dimanfaatkan.
Kongres dihadiri secara langsung oleh sekitar 350 peserta, dan lebih dari 150 mengikutinya secara online. Tantangan paling mendesak dibahas sepanjang hari pertama, mulai dari dampak COVID-19 dan tren terkini dalam permintaan pariwisata dan pasar pariwisata, hingga tren olahraga, inovasi dalam acara olahraga besar, inklusi keragaman dan kolaborasi publik-swasta disamping strategi pemerintahan.
Di hari ke-dua konres fokus pada transformasi digital sektor dan fenomena e-sports, promosi pemasaran digital, kerangka lingkungan dan penelitian baru di sektor ini. Salah satu aspek paling inovatif adalah penempatan dua stan hologram dalam prosiding sehingga partisipasi pembicara yang tidak dapat hadir secara langsung dapat diakomodir secara nyata.
Mengingat perlunya pemulihan sektor pariwisata secara umum, salah satu prioritas UNWTO adalah membuka lapangan pekerjaan di bidang pariwisata dan olahraga.
Kongres menampilkan lebih dari 50 pembicara– dominan hadir secara langsung– dari Kanada, Kroasia, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, Wales, Italia dan Afrika Selatan. Pembicara adalah tokoh-tokoh terkemuka dengan pengalaman dan kompetensinya di sektor olahraga dan pariwisata, mewakili entitas Anggota Afiliasi UNWTO seperti Lavonne Wittmann, Presiden Skal International; Sonto Mayise, Direktur Jenderal Pariwisata Kwazulu-Natal; Luis Valente, Kepala Kemitraan dan Informasi di Museum FC Oporto; Paraskevi Patoulidou, Presiden Organisasi Pariwisata Thessaloniki; Kattia Juarez-Dubón, Direktur Komisi Keberlanjutan Internasional Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM), dan Lisa Delpy Neirotti, profesor di Universitas George Washington. *BTNewspaper/UNWTO
