Eksplore “beyond” Bali dan Phuket Semakin Mudah
BALI, BTNp: RABU,9 September 2026, pukul 11.40 WITA, pesawat Transnusa nomor penerbangan 8B541 lepas landas dari bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali dengan mengangkut 174 penumpang, menuju Phuket International Airport di Mai Khao, Thalang, Thailand.
Untuk tahap awal, penerbangan Denpasar–Phuket beroperasi empat kali dalam sepekan, yaitu setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Dan per 3 Oktober 2026, frekuensi penerbangan ditingkatkan menjadi setiap hari.
Dibukanya layanan Bali –Phuket maskapai Transnusa, menambah kapasitas angkut antar ke dua destinasi wisata dunia ini. Seperti diketahui rute Bali- Phuket telah dilayani Indonesia AirAsia dengan jadwal dua (2) penerbangan per hari.
“Bali dan Phuket memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata, dengan karakter berbeda namun saling melengkapi. Melalui koneksi langsung ini, kami ingin memberikan lebih banyak ruang bagi wisatawan untuk menyusun perjalanan sesuai dengan minat dan waktu yang mereka miliki,” ujar Datuk Bernard Francis, CEO Transnusa Group.
Senada dengan Datuk Bernard Francis, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyampaikan bahwa pembukaan rute Bali (DPS) – Phuket (HKT) tersebut merupakan momentum positif dalam memperkuat konektivitas udara antara Indonesia dan Thailand. Menurutnya, kedua destinasi tersebut memiliki posisi yang sama-sama strategis dalam peta pariwisata global dengan karakteristik dan daya tarik yang mampu menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
“Dengan adanya konektivitas langsung ini, kami berharap perjalanan wisatawan antara kedua destinasi menjadi semakin mudah dan nyaman, sekaligus membuka peluang pertumbuhan trafik wisatawan antara Indonesia dan Thailand,” ujar Nugroho Jati.
Rute Bali-Phuket juga menghadirkan peluang bagi pengembangan konsep perjalanan multi-destination tourism. Wisatawan dapat mengombinasikan kunjungan ke Bali dan Phuket dalam satu rangkaian perjalanan, sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan dari kedua negara.
“Kami melihat rute ini memiliki potensi untuk memperkuat posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai hub pariwisata Indonesia. Semakin mudah akses antardestinasi, semakin besar pula peluang wisatawan untuk memperpanjang perjalanan dan menikmati lebih banyak pengalaman. Kami berharap konektivitas Bali–Phuket dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat di Indonesia, dan khususnya Pulau Bali,” lanjut Nugroho Jati.
Penerbangan menggunakan Airbus A320 berkapasitas 174 penumpang dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Untuk menyesuaikan kebutuhan perjalanan penumpang, Transnusa menyediakan pilihan layanan SEAT, SEAT-PLUS, dan FLEXI-PRO. Pilihan SEAT mencakup bagasi tercatat 20 kilogram dan bagasi kabin 7 kilogram. Sementara itu, FLEXI-PRO menawarkan bagasi tercatat hingga 30 kilogram, pemilihan kursi, makanan dan minuman, priority boarding, serta fasilitas perubahan jadwal dan refund.
Karakter Perjalanan Berbeda
Bali dan Phuket sama-sama dikenal sebagai destinasi wisata dengan kekuatan pada wisata bahari, keindahan alam, kuliner, budaya, serta beragam aktivitas. Namun, masing-masing menawarkan karakter perjalanan yang berbeda. Bali menghadirkan perpaduan budaya dan alam yang khas, sementara Phuket menjadi salah satu pintu menuju pesona Laut Andaman dan pulau-pulau di sekitarnya. Konektivitas langsung antara Bali dan Phuket membuka peluang bagi wisatawan untuk menikmati pengalaman island-hopping yang lebih seamless, dengan menggabungkan dua destinasi ikonik sekaligus menjelajahi beragam pesona pulau di sekitarnya dalam satu perjalanan.
Kehadiran penerbangan langsung membuka peluang wisatawan dapat menggabungkan keduanya dalam satu itinerary dengan lebih praktis. Perjalanan dapat dimulai dari Bali untuk menikmati pantai, budaya, kuliner, hingga berbagai aktivitas wisata, kemudian dilanjutkan ke Phuket untuk mengeksplorasi kawasan pesisir, kehidupan pulau, dan pengalaman khas Thailand.
Menurut Datuk Bernard, konektivitas tersebut tidak hanya relevan bagi wisatawan yang ingin bepergian antara Indonesia dan Thailand. Rute Bali–Phuket juga dapat menjadi bagian dari perjalanan lintas destinasi, terutama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi lebih dari satu tempat dalam satu perjalanan.
Rute Bali–Phuket sekaligus menjadi bagian dari pengembangan Bali sebagai salah satu titik penting dalam jaringan penerbangan Transnusa. Dari Bali, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi di Indonesia yang menawarkan pengalaman berbeda, termasuk Wakatobi, Bima, Lombok, dan Manado.
Wakatobi menawarkan kekayaan bawah laut yang menjadi daya tarik bagi pencinta wisata bahari, sementara Bima dikenal dengan lanskap alam dan kekayaan budaya lokalnya. Lombok menghadirkan kombinasi pantai dan panorama alam, sedangkan Manado menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan laut serta kekayaan alam Sulawesi Utara.
Dengan pilihan tersebut, Bali tidak hanya menjadi tujuan perjalanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang untuk mengenal beragam wajah pariwisata Indonesia. Wisatawan mancanegara yang datang melalui Bali pun memiliki lebih banyak kesempatan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk membuka akses menuju keindahan luar biasa dari destinasi-destinasi tersembunyi di Indonesia. Setiap destinasi memiliki cerita dan pengalaman yang berbeda, dan dengan memperluas jaringan domestik secara langsung dari Bali, kami memberikan akses yang lebih mudah bagi wisatawan global untuk menjelajahi pulau-pulau yang masih alami dan belum banyak tersentuh. Konektivitas udara tidak hanya membuat perjalanan menjadi lebih mudah, tetapi juga memungkinkan lebih banyak wisatawan untuk menemukan dan menikmati keindahan serta pesona sejati kepulauan Indonesia,” kata Datuk Bernard.
Di jaringan internasional, Phuket melengkapi penerbangan Transnusa dari Bali —mencakup Perth, Singapura, dan Guangzhou— menambah alternatif untuk menyusun perjalanan yang menggabungkan destinasi di Indonesia dengan perjalanan ke luar negeri. Wisatawan dari Thailand maupun pasar internasional lainnya dapat menjadikan Phuket sebagai bagian awal perjalanan sebelum mengeksplorasi Bali dan beyond Bali mau pun beyond Phuket di ASEAN.
Bagi Transnusa, pengembangan jaringan dari Bali tidak hanya berfokus pada penambahan kota tujuan, tetapi juga pada bagaimana koneksi antardestinasi dapat memberikan lebih banyak kemungkinan bagi wisatawan dalam merencanakan perjalanan. Dengan pilihan rute domestik dan internasional yang semakin beragam, Bali dapat menjadi salah satu titik yang mempertemukan perjalanan menuju berbagai destinasi di kawasan. Adapun saat ini, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terhubung dengan 42 rute internasional di 16 negara yang dioperasikan oleh 44 maskapai penerbangan. *BTNewspaper
