Pemulihan “Traffic” 89 %, Dominasi Pergerakan Internasional 54%
BALI, BTNp: SEPANJANG tahun operasional 2023 bandara I Gusti Ngurah Rai membukukan pergerakan penumpang 21.451.411 orang, pergerakan moda angkut 136.503 pesawat. Tingkat pemulihan traffic pasca pandemic COVID-19 mencapai 89% dan didominasi pergerakan penumpang dan pesawat rute internasional dengan prosentase 54%. Di tahun 2019 operasional bandara Ngurah Rai mencatat pergerakan penumpang mencapai 24.169.561 penumpang
Menurut General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan rata-rata pergerakan penumpang harian 59.000 penumpang atau lebih baik 72 persen dibanding tahun 2022 rerata 34.300 penumpang per hari.
Di tahun 2023 ini proporsi penumpang internasional lebih dominan jika dibanding domestik yakni sebesar 54 persen. Dari total penumpang di tahun 2023, terdiri atas 9.918.236 penumpang domestik dan 11.533.185 penumpang internasional. Dan bulan Juli merupakan bulan terpadat pergerakan dengan 2, 1 juta penumpang.
Posko Nataru 19 Desember s.d 3 Januari

Hari ini Kamis (4/1) Posko Terpadu Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) resmi ditutup. Selama masa pelayanan posko —16 hari—, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatatkan pelayanan kepada 1.081.259 penumpang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 19 persen dibandingkan dengan periode Nataru tahun 2022-2023 yang melayani pergerakan 909.143 penumpang.
Mencatatkan pelayanan kepada 517.144 penumpang domestic, meningkat 7,7 persen dan 564.115 penumpang internasional, meningkat 31,5 persen dibandingkan dengan Nataru 2022-2023.Mencatatkan 6.736 pergerakan pesawat, meningkat 11 persen dengan rincian 3.567 pergerakan pesawat domestik dan 3.169 pergerakan pesawat internasional.
Puncak pelayanan tertinggi pada hari Sabtu 23 Desember 2023 atau pada H-2 Libur Natal dengan jumlah pelayanan kepada 75.240 penumpang. Merupakan puncak arus kedatangan tertinggi dengan 42.262 penumpang dan puncak arus balik terjadi pada tanggal 2 Januari 2024 dengan 72.538 penumpang terbang dari Bali.
“Untuk pelayanan penerbangan tambahan (ekstra flight), kami menerima 606 permohonan extra flight. Dari jumlah tersebut 385 flight terealisasi (63 persen) dari jumlah permohonannya. Kami mencatat pelayanan extra flight tertinggi berada pada tanggal 2 Januari 2024 dengan 40 penerbangan,” lanjut Handy.
Selama penyelenggaraan posko Nataru, kami mencatat rute Jakarta (CGK) menjadi rute tersibuk dengan pelayanan kepada 253.280 penumpang. Kemudian, Singapura menjadi rute dengan pelayanan terbanyak kedua dengan 114.827 penumpang, dan Surabaya dengan 82.249 penumpang, ungkap Handy menambahkan. * BTNewspaper
