Rakerda DPD ASITA Bali: “ Leading the Way to Sustainable Tourism”

Rakerda DPD ASITA Bali: “ Leading the Way to Sustainable Tourism”

Share it

DENPASAR, BTNp: RABU, 17 April DPD ASITA – Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies—Bali menyelenggarakan Rapat Kerja ke -2, di Sanur. Diikuti 214 anggota dari 432 anggota penuh dan associate  member DPD ASITA Bali.

Rakerda ke-2 mengambil tema “Leading the Way to Sustainable Tourism” dengan mengingatkan stake holder pariwisata hal eksistensi ASITA. Selain membahas program kerja dan meriview program kerja yang telah dilaksanakan. Juga menyempurnakan usulan- usulan ASITA kepada pihak terkait hal kepariwisataan Bali. Demikian ditegaskan Ketua DPD ASITA Bali, Putu Winastra, S.Sos kepada media di Sanur.

Anggota ASITA Bali, papar Winastra lebih lanjut memerlukan perlindungan secara nyata dalam bisnis di lapangan. Sebagai lokomotif kepariwisataan Bali, duta promosi pariwisata ini “belum” mendapat hak- haknya secara signifikan sesuai Perda No 5 tahun 2020 dan PerGub No. 28 tahun 2020. Sementara sebagai anggota asosiasi, aturan tata Kelola usaha wajib dilaksanakan.

ASITA Bali mengingatkan pihak terkait kepariwisataan bahwa 76 persen anggota ASITA adalah pengusaha lokal di Bali, 20 persen pengusaha nasional dan hanya 4 persen perusahaan asing. Dan hampir 90 persen anggota ASITA Bali adalah usaha in-bound, yang “mendatangkan wisatawan”, devisa bagi negara, meski pun kontribusi masih pada posisi 50 persen devisa pariwisata Indonesia.

Dalam Rakerda ke-2 yang di pimpin Ketut Sedia Yasa, ASITA juga meminta perlakuan khusus yang signifikan di setiap DTW di Bali, didukung ruang promosi baik di dalam mau pun di luar negeri. Pasalnya anggota ASITA baik secara pribadi mau pun secara organisasi saat melakukan promosi keluar negeri adalah mempromosikan “destinasi”.

ASITA Bali, mengharapkan persoalan kemacetan, sampah, peningkatan kualitas destinasi, objek kunjungan segera dapat ditingkatkan sesuai janji pemerintah terkait pungutan 10 dolar bagi wisatawan asing yang masuk ke Bali.

Selain usulan- susulan peningkatan kualitas kepariwisataan di Bali, ASITA juga melakukan penandatangan MoU dengan Pengelola Pura Besakih, pihak Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, MoU kerjasama dengan Bank BNI, Bank BRI. *BTNewspaper


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *