UN-Tourism: Integrasi Keanekaragaman Hayati dalam Kebijakan Pariwisata Nasional
BALI, BTNp: KETIKA 95% kebijakan pariwisata nasional mengakui alam sebagai aset utama pariwisata, rencana rinci untuk praktik pengelolaan berkelanjutan masih “kurang”, demikian ungkap laporan terbaru UN Tourism (UNWTO).
Diterbitkan pada Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, laporan “Integrasi Keanekaragaman Hayati dalam Kebijakan Pariwisata Nasional”, mengeksplorasi hubungan rumit antara sektor pariwisata dan keanekaragaman hayati, yang mencakup keanekaragaman dalam spesies, antar spesies, dan ekosistem.
Dalam laporan tersebut juga menilai bagaimana 80 kebijakan pariwisata nasional memasukkan nilai-nilai keanekaragaman hayati dan kedalaman pemahaman tentang referensi keanekaragaman hayati dalam kebijakan-kebijakan tersebut.
Terdiri dari empat subbagian terperinci yang mengkaji integrasi keanekaragaman hayati dalam narasi kebijakan, pernyataan kebijakan, program strategis, dan komitmen terhadap pemantauan pelaksanaan kebijakan. Dengan memberikan wawasan mengenai luas dan dalamnya upaya integrasi tersebut, laporan ini berfungsi sebagai sumber daya berharga bagi para pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, dan komunitas global, yang mendesak tindakan lebih lanjut menuju masa depan berkelanjutan.
“Sebagai penjaga sumber daya alam bumi, sangat penting bagi kita untuk membina hubungan yang harmonis antara pariwisata dan lingkungan. Publikasi ini tidak hanya menyoroti saling ketergantungan keanekaragaman hayati dan pariwisata tetapi juga menggarisbawahi peran penting kebijakan yang terintegrasi dengan baik berperan dalam memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi semua orang,” tegas Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB Zurab Pololikashvili.
Menjawab Panggilan Alam untuk Bertindak
“Jadilah Bagian dari Rencana” adalah tema Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (IDB) 2024, yang merupakan seruan tindakan bagi semua pemangku kepentingan untuk menghentikan dan mengembalikan hilangnya keanekaragaman hayati. Hal ini mencakup dukungan terhadap implementasi Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework —Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal—, yang juga dikenal sebagai Biodiversity Plan—Rencana Keanekaragaman Hayati—.
Laporan UN-Tourism ini merupakan bagian komitmen pada Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB COP-15, yang diadakan di Montreal pada bulan Desember 2022, dan Rencana Keanekaragaman Hayati yang bersejarah diadopsi. Juga melengkapi publikasi Nature Positive Travel & Tourism in Action—Aksi Perjalanan & Pariwisata Positif Alam— memperkuat momentum menuju praktik-praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dalam sektor pariwisata.*BTNewspaper/UN-Tourism
