TMW Connect 2026: Integrasikan Pasar Pariwisata, MICE, dan Wellness
BALI-BTNp: – TRAVEL, MICE and Wellness (TMW) Connect 2026 hadir sebagai platform bisnis strategis yang mempertemukan para pelaku industri pariwisata, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), serta wellness (kebugaran dan kesehatan) dengan para pembeli berkualitas (qualified buyers).
Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026 di Jakarta dan 29 Oktober 2026 di Surabaya. Dengan agenda utama berupa business matching (pencocokan bisnis), TMW Connect 2026 dirancang untuk membuka ruang kolaborasi lintas sektoral yang produktif.
Pasar bisnis ini diinisiasi oleh kolaborasi antara ALDO Holiday & Convex, YESA Hospitality Advisory, dan IMC Tourism. TMW Connect 2026 mengusung konsep terintegrasi yang menghadirkan tiga segmentasi pasar yang saling melengkapi: 50% perjalanan wisata (leisure), 30% MICE, dan 20% kebugaran serta retret (wellness and retreats).
“Pendekatan terintegrasi ini menghubungkan pelaku bisnis dengan jangkauan pembeli dan pengambil keputusan yang lebih luas. Cakupannya mulai dari bidang perjalanan wisata, acara korporat dan grup, pengalaman kebugaran, hingga program retreat,” jelas Aldo Sumolang, Direktur ALDO Holiday & Convex.
Target Transaksi dan Jaringan Internasional
Dengan target menghadirkan 200 buyer (pembeli) dari dalam dan luar negeri, TMW Connect 2026 di Jakarta telah mengonfirmasi keikutsertaan 75 seller (penjual). Nilai investasi kepesertaan dipatok sebesar Rp4,5 juta per peserta.
“Kami optimis ajang ini mampu meraup transaksi hingga Rp1 miliar,” ujar Aldo.
Optimisme ini didasari oleh rancangan platform yang berfokus pada transaksi dengan tingkat realisasi tinggi. Peserta tidak hanya mendapatkan informasi produk dengan kualitas terkini, tetapi juga kemasan paket yang sesuai dengan segmen pasar, ditambah dengan potensi besar dari ceruk pasar produk wellness.
Hingga saat ini, seller mancanegara yang tercatat berasal dari India, Maladewa, Sri Lanka, Tiongkok, Vietnam, dan Korea Selatan. Sementara itu, buyer internasional datang dari India, Maroko, dan Timur Tengah, yang siap memperluas peluang pengembangan bisnis lintas negara.
Edisi perdana TMW Connect ini juga didukung penuh anggota asosiasi profesional terkemuka, seperti ASTINDO, AITTA, ASPERAPI, INCCA, HASTANA Indonesia, dan BWA. Menurut Aldo, keterlibatan ini mencerminkan komitmen TMW Connect untuk melibatkan jejaring industri yang relevan dan menghubungkan para pelaku bisnis dengan mitra potensial di berbagai segmen pasar.
Strategi Memadukan Produk dan Kebutuhan Pasar
TMW Connect menawarkan tiga strategi utama untuk memastikan setiap interaksi berjalan lebih bermakna dan memiliki nilai komersial yang tinggi:
Business matching terjadwal: Pertemuan bisnis tatap muka antara seller dan buyer yang telah dijadwalkan secara sistematis berdasarkan identifikasi minat dan kebutuhan bisnis yang selaras.
Product Spotlights & Networking: Sesi khusus bagi para pelaku usaha untuk mempresentasikan keunggulan produk mereka sekaligus memperluas jejaring.
Opportunity Desk: Fasilitas khusus untuk menangani pertanyaan buyer, pengajuan proposal, potensi peninjauan lokasi (site inspection), hingga langkah tindak lanjut (follow-up) pasca-acara.
Melalui fasilitas ini, para seller dapat memperkenalkan penawaran mereka secara langsung, memperkuat hubungan lama, serta menjajaki peluang baru di pasar domestik maupun internasional.
Sentuhan Wellness dan Kuliner
Untuk memberikan kenyamanan ekstra di sela-sela pertemuan bisnis, TMW Connect 2026 mengintegrasikan pengalaman wellness dan kuliner ke dalam rangkaian programnya.
Peserta terpilih dari sektor wellness akan menawarkan sesi pijat gratis selama jeda acara, memungkinkan para delegasi menikmati relaksasi dalam suasana jejaring yang santai. Selain itu, para buyer akan diundang untuk menikmati keramahtamahan kuliner khas Indonesia melalui jamuan bersantap di Ikan Bakar Cianjur (IBC) Group dan Pondok Tempo Doeloe.
Bagi pelaku industri yang tidak sempat berpartisipasi dalam sesi di Jakarta, peluang masih terbuka lebar untuk bergabung di Surabaya pada 29 Oktober 2026. Untuk sesi Surabaya, panitia menargetkan sebanyak 50 perusahaan seller dan hingga 200 perusahaan buyer baik domestik maupun mancanegara.
Peserta di Surabaya dijanjikan tidak hanya mendapatkan kepastian bisnis yang bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga pengalaman menikmati layanan berkualitas khas Jawa Timur. *BTNewspaper
