Bentuk Ekosistem Ekonomi Kreatif di Subsektor Seni Rupa

SENI lukis, tergolong dalam subsektor seni rupa, merupakan suatu kekayaan peradaban yang dapat dimanfaatkan secara keberlanjutan. Sehingga, Kemenparekraf/Baparekraf hadir untuk membentuk ekosistem di subsektor seni rupa. Ekosistem yang memastikan para budayawan seniman, pelukis, dan (pelaku) seni rupa, mendapatkan kemampuan untuk terus berkarya dan memiliki nilai ekonomi yang membuka peluang kerja sebesar-besarnya.
Demikian disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno dalam pameran mini lukisan karya Billy Mohdor Art Community di Nur Corner, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Masa pandemi COVID-19 ini dapat menjadi momentum bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk beradaptasi. Pameran ini mengajarkan kita bahwa manusia itu memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Jadi kita harus terus melaksanakan showcase, kita harus buat suatu etalase sehingga karya-karya ini akan mendapatkan kebermanfaatan untuk masyarakat luas, katanya.
Lebih jauh dikatan Sandiaga, Kemenparekraf akan all out menyentuh sektor-sektor dari 17 subsektor yang ada di sektor ekonomi kreatif dan menyandingkannya dengan pariwisata. Pasalnya wisata-wisata Indonesia berbasis nature and culture , ini adalah bagian dari konsepnya. Dihadirkan suatu ekosistem agar para seniman dan budayawan, para pelukis dapat meningkatkan peran mereka dalam pembangunan bangsa, ungkap Sandiaga.

Sementara itu, Direktur Industri Musik, Seni, Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf/Baparekraf, Mohammad Amin, menambahkan pameran dapat membangkitkan kreativitas para pelaku subsektor seni rupa untuk terus berkarya di masa pandemi COVID-19. Jadi pameran tidak harus di sebuah galeri tapi seperti ini (di rumah) bisa membuat arena untuk kreasi dan produksi bahkan distribusi dan konsumsi jadi rantai nilai ekonomi kreatif bisa tercipta, jelas Amin.
Sementara itu, Billy Mohdor selaku perwakilan dari Billy Mohdor Art Community mengatakan pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan karya dari komunitasnya sekaligus sharing session dengan Kemenparekraf/Baparekraf untuk mencari solusi baru para seniman terutama seni lukis dan perupa. “Kami juga mengharapkan adanya pelatihan atau edukasi pengelolaan finansial untuk para seniman, juga didukung dengan platform atau dukungan Koperasi Seniman Indonesia,” ucap Billy.
Selain karya Billy, karya-karya yang dipamerkan dalam pameran ini adalah lukisan karya pelukis Sekartadji Supanto, Zainal Abidin, dan Vivian Harliono. *BTNewspaper/e/rls
