Kerjasama UNWTO dan FAO: “Stronger Together”

Kerjasama UNWTO dan FAO: “Stronger Together”

Share it

BALI, BTNp: PENTINGNYA pariwisata untuk pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pedesaan ditekankan saat para pemimpin UNWTO dan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) bertemu di Roma.

Berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditandatangani antara kedua badan PBB pada September 2020, pertemuan tingkat tinggi tersebut berfokus pada pentingnya mengintensifkan kolaborasi untuk meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap pembangunan pedesaan.

Kedua pemimpin  lembaga PBB —UNWTO Secretary-General Zurab Pololikashvili dan FAO Director-General Qu Dongyu — mengakui tujuan dan metode bersama beberapa proyek utama, FAO’s Globally Important Agricultural Heritage Sites (GIAHS) dan Digital Villages Initiative and UNWTO’s Best Tourism Villages, menempatkan serta memanfaatkan kekuatan destinasi pariwisata pedesaan sebagai peluang sumber pengembangan kesejahteraan masyarakat.

Pada saat yang sama, kedua pemimpin lembaga PBB ini mengidentifikasi kebutuhan untuk mendorong pengembangan dan peluncuran program peningkatan kapasitas potensi wisata situs FAO GIAHS dan percontohan Desa Digital.

Bersama Lebih Kuat

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan: “UNWTO bangga bekerja sama dengan FAO untuk mendorong pembangunan inklusif dan menjadikan pariwisata sebagai sumber lapangan kerja serta peluang bagi daerah pedesaan. Saya menyambut baik pengakuan Direktur Jenderal FAO Mr Qu Dongyu atas pentingnya pariwisata dan berharap untuk lebih memperkuat kemitraan kita.”

Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu mencatat pentingnya sektor pariwisata untuk mengatasi kemiskinan pedesaan dan memberikan pemberdayaan kepada masyarakat di luar kota.

“Pariwisata pedesaan yang berkelanjutan dapat membantu mengurangi kemiskinan, mendukung sistem pertanian pangan yang tangguh dan melestarikan warisan budaya dan ekosistem untuk produksi yang lebih baik, gizi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih baik. Tidak meninggalkan siapa pun. Mari bekerja sama untuk mempromosikan agrowisata pedesaan yang berkelanjutan dan untuk memberdayakan kaum muda dan perempuan di komunitas pedesaan melalui pekerjaan yang layak,” jelas Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu.

Pembangunan Pariwisata Gastronomi

Ke depan, Sekretaris Jenderal UNWTO Pololikashvili juga menekankan pentingnya wisata gastronomi untuk pembangunan (terutama di Afrika), peran rantai nilai produksi lokal dan warisan di seluruh benua. Mengundang Direktur Jenderal FAO hadir pada pertemuan- pertemuan kunci UNWTO, dan Forum Dunia UNWTO ke-8 tentang Pariwisata Gastronomi (San Sebastian, Spanyol, 5-6 Oktober 2023). * BTNewspaper

 


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *