Pekerja Migran, Duta Parekraf Indonesia

Share it

KEMENPAREKRAF dan BP2MI memperkuat kolaborasi guna mewujudkan program menjadikan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai Duta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Sebelumnya ke dua lembaga  telah menandatangani Nota Kesepahaman dalam rangka Pengembangan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya.

“Kita akan perkuat MoU kita ke depan dengan perjanjian kerja sama. Tidak hanya menjadikan para PMI sebagai duta pariwisata, tapi juga duta ekonomi kreatif Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno di kantor BP2MI, Jakarta.

Dalam mewujudkan rencana tersebut, Kemenparekraf bersama BP2MI akan memberikan pelatihan-pelatihan dasar pariwisata kepada calon pekerja migran Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri. Sehingga mereka nantinya diharapkan dapat menjadi endorser atau dengan kata lain duta yang akan mempromosikan kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Terkait PMI Purna (PMI yang telah pulang bekerja dari luar negeri) Kemenparekraf juga akan memberikan pendampingan dan pelatihan dalam memproduksi produk-produk ekonomi kreatif. Penguatan kapasitas PMI Purna menjadi salah satu program unggulan yang dijalankan BP2MI agar mereka memiliki keterampilan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya dan nantinya bisa berkarya di daerahnya sendiri serta tidak kembali bekerja keluar negeri.

Ia berharap kolaborasi dengan BP2MI dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita punya potensi 3,7 juta pekerja migran Indonesia yang bisa menjadi duta pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” kata Kepala BP2MI, Benny Ramdhani.

Kolaborasi dengan Kemenparekraf dikatakan Benny akan menjadi daya dorong agar PMI benar-benar berdaya dan sejahtera.

“Kita ingin mengakhiri persepsi publik yang negatif bahkan destruktif seolah-olah PMI pekerja rendahan atau sumber masalah. Padahal sebenarnya mereka adalah penyumbang devisa terbesar kedua dalam bentuk remitansi setelah sektor migas. Mereka adalah pahlawan devisa, sehingga apapun yang diendorse oleh negara, berkolaborasi dengan kementerian/lembaga mudah-mudahan menjadi daya dorong agar PMI benar-benar berdaya dan sejahtera,” kata Benny. *BTNewspaper/e


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *