“Subak”, Kelindan Mencari Makan dan Ibadah Dipandu Tri Hita Karana
Seorang pengunjung di subak Jatiluwih belajar tehnik menggunakan ani-ani. @dok.ist/Maria Eka Risti MEMASUKI bulan Juni, dinamika masyarakat di kawasan situs warisan budaya dunia UNESCO, Jatiluwih makin hangat dan semarak. Sejak subuh anggota sekehe Manyi —bagian ekosistem subak— telah bergerak menuju petakan sawah siap dituai. Mereka bukan “buruh tani” yang bekerja demi upah harian. Mereka adalah…
