PR Tri Hita Karana: Bukan Sekadar Simbul Keberhasilan

PR Tri Hita Karana: Bukan Sekadar Simbul Keberhasilan

Share it

DENPASAR, BTNp: BERKOLABORASI dengan lembaga nirlaba Tourism Island for Climate (Ti4C), yayasan Tri Hita Karana- Bali —penyelenggara akreditasi Tri Hita Karana (THK) dalam kepariwisataan — menyelenggarakan program Literasi dan BootCamp PR THK 2024. Program terbuka bagi pelaku fungsi tugas publikasi, promosi dan marketing dalam bisnis kepariwisataan khususnya bagi usaha yang mengikuti program akreditasi THK 2024.

Menurut Ketua Tim Pelaksana Program PR THK 2024, Putu Sukma Awantari, penghargaan PR THK, bukan sekadar simbul keberhasilan, tetapi juga motivasi untuk menerapkan nilai-nilai Tri Hita Karana secara berkelanjutan dalam kehidupan profesional. Penghargaan PR THK 2024 diserahkan serangkaian penyerahan sertifikat THK Accreditation and Awards pada Kamis 19 Desember di Ruang Kertha Gosana, PemKab Badung.

Lebih lanjut dijelaskan, penyelenggaraan PR THK memberikan apresiasi kepada finalis dan memilih satu PR terbaik versi THK 2024. PR terbaik dalam satu tahun ke depan akan mewujudkan komitmen untuk lebih menyebarluaskan nilai dan makna THK melalui dunia kehumasan.

Perlu dipahami program literasi nilai- nilai Tri Hita Karana dalam bisnis kepariwisataan di Bali  bertujuan meningkatkan literasi terpadu di bidang pariwisata dan perubahan iklim. Proposal program dikirimkan pada 26 April 2024 kepada penerima akreditasi THK 2023, dengan batas akhir pendaftaran 15 Juni 2024. Dari tujuh peserta yang mendaftar, enam peserta menyelesaikan administrasi lengkap dan mengikuti pelatihan tatap muka pertama pada 27 Juli 2024 di The Grand Seminyak.

Pelatihan menghadirkan pembicara Wayan Juniarta, journalist dan artisan kebudayaan Bali yang Hindu,  Mercya Soesanto dari lembaga Ti4C, best practice penerapan THK di hotel diberikan oleh Rediyasa, HRD The Grand Seminyak yang telah terakreditasi pada level Platinum II (akreditasi tahun 2023),  dan Tim Redaksi balitravelnewspaper.id. Melibatkan proses:  Evaluasi tertulis dan penugasan guna mengukur pemahaman konsep Tri Hita Karana, Kode Etik Pariwisata Global, dan Responsible Tourism.  Simulasi praktik kehumasan, melatih strategi komunikasi, pengelolaan isu publik, dan penyampaian materi publikasi. Dan pendampingan individu untuk membantu peserta yang membutuhkan peningkatan pada aspek tertentu.

Dua peserta berhasil melaju ke tahap akhir dan menunjukkan dedikasi serta kualitas sebagai praktisi PR yang profesional. Tim PR THK 2024 menetapkan FX Ratu Patimasang mewakili Discovery Kartika Plaza Bali sebagai The Best PR THK 2024 dan memberikan Sertifikat Apresiasi PR THK 2024 kepada Ni Putu Suciati Darma Ningsih mewakili The Fontana 101 Seminyak Bali.

Program PR THK 2025

Dalam konteks kekinian kepariwisataan,  isu eksploitasi “sumber daya” menjadi salah satu yang perlu diatur dalam penyelenggaraan agar lebih bertanggung jawab, beretika secara moral berdasarkan nilai dan norma baik secara universal mau pun bersifat lokal. Pentingnya memahami dan menerapkan nilai- nilai THK dalam kepariwisataan di Bali, mengingat kepariwisataan sangat bersentuhan dengan komunitas/masyarakat.

Nilai- nilai THK yang menjadi dasar pembentukan kode etik kepariwisataan tidak saja sebagai good conducts of tourism activities tetapi juga sebagai upaya membentuk perilaku yang lebih bertanggung jawab. Konflik-konflik sosial yang sering terjadi dalam masyarakat di sebuah destinasi dapat dihindari jika terdapat pemahaman terhadap nilai-nilai serta norma yang berlaku di dalam masyarakat dalam sebuah destinasi pariwisata.

Untuk itu, Yayasan Tri Hita Karana Bali, berkolaborasi dengan Ti4C tetap mengimbangi akreditasi usaha kepariwisataan –Tri Hita Karana Accreditation and Awards — dengan menyelenggarakan program PR THK 2025. *BTNewspaper


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *