BBTF-2025: Jakarta Siap Jadi Co-Host BBTF-2026

BBTF-2025: Jakarta Siap Jadi Co-Host BBTF-2026

Share it

Bali-and-Beyond-Travel-FairNUSA DUA, BTNp: DENGAN Semangat kolaborasi antar pelaku industri dan pemangku kepentingan, ajang Travex –travel exchange— Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-11 mempertemukan seller dan buyer dalam satu arena. Diselenggarakan untuk mewujudkan masa depan pariwisata Indonesia yang tidak hanya mengedepankan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya.

“Kami percaya bahwa pariwisata bukan sekadar angka dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga merupakan upaya pelestarian. BBTF bukan hanya pameran industri pariwisata, tapi juga ruang kolaborasi untuk memastikan kualitas pariwisata dibangun bersama,” jelas Ketua Penyelenggara BBTF yang juga Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, S.AB., M.A.P.

BBTF 2025 mencatatkan partisipasi luar biasa dengan buyer dari 46 negara, yang dipilih secara ketat, dimana terdapat 133 pendaftar ditolak karena tidak memenuhi kualifikasi. Seller dari 284 peserta, mewakili 7 negara: Indonesia, Spanyol, Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, Afrika Selatan, dan Namibia. Sedangkan dari Indonesia sendiri, ada keterlibatan dari 11 provinsi.

Putu Winastra juga menambahkan bahwa BBTF tidak hanya berfokus di Bali, tetapi juga menggelar kegiatan post-tour ke berbagai destinasi luar Bali seperti Labuan Bajo dan Wakatobi, sebagai upaya untuk memperkenalkan destinasi prioritas lainnya di Indonesia

“BBTF menciptakan hubungan yang lebih mendalam dan tahan lama antara produk dan destinasi, memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman nyata di tempat, melampaui sekadar ruang pamer. Lebih dari itu, BBTF telah membuktikan jangkauan dan dampak internasionalnya, berakar pada semangat budaya unik Bali, berbasis di Bali namun berfokus pada seluruh Indonesia,” tegas Putu Winastra, dalam pembukaan travex BBTF ke-11 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan perkembangan BBTF dari tahun ke tahun, semakin baik. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.

Ditegaskan juga pentingnya kerja nyata dalam mengembangkan pariwisata Bali yang terus mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2024 tercatat 6,4 juta wisatawan mengunjungi Bali, dengan kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi daerah sebesar 66%, serta 44% terhadap devisa pariwisata nasional. Diperkirakan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali hingga akhir 2025 akan mendekati 7 juta orang, seiring dengan peningkatan 11% kunjungan hingga Mei 2025.

“Bayangkan, satu pulau kecil menyumbang hampir setengah devisa pariwisata nasional. Saya harap pemerintah pusat dapat memberi insentif bagi daerah yang berkontribusi besar terhadap sektor ini,” tambahnya.

Sampah dan Kemacetan

Berkaitan dengan industri pariwisata Gubernur Bali juga menyampaikan bawa Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, telah berkomitmen mendukung pertumbuhan pariwisata yang semakin menjanjikan. Melalui kebijakan terpadu, kolaborasi strategis, dan pemantauan ketat dalam menghadapi tantangan sampah, kemacetan, dan pergerakan wisatawan internasional.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Bali juga menyampaikan kebijakan dalam mengatasi persoalan sampah dan kemacetan di Bali Selatan. Telah dikeluarkan dan diberlakukannya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 dan resmi berlaku sejak 11 April 2025 bersama Menteri Lingkungan Hidup, hal pengelolaan sampah di sumbernya serta pembatasan plastik sekali pakai di bawah 1 liter. Semua elemen—mulai dari pemerintah daerah dan desa adat hingga pelaku usaha pariwisata, sekolah, pasar, dan tempat ibadah—diwajibkan mengikuti kebijakan ini, demi mewujudkan Bali bersih dari sampah dalam dua tahun ke depan.

Dalam menanggulangi kemacetan, Pemprov Bali telah menerapkan skema lalu lintas baru, penyesuaian jam operasional kantor dan sekolah, serta pelarangan angkutan logistik siang hari. Rencana pembangunan underpass di Denpasar dan Badung—dibiayai oleh 10 % PHR kabupaten/kota terkaya—akan dimulai perencanaan tahun ini dan konstruksi tahun depan, dengan target selesai sebelum 2029. Armada Kendaraan Dewata pun kembali beroperasi secara gotong-royong antar-kabupaten, dan kami menjajaki moda transportasi berbasis rel untuk masa depan.

Gubernur Bali mengingatkan bahwa lebih dari 400 wisatawan asing berkelakuan menyimpang telah dideportasi oleh tim terpadu kepolisian dan imigrasi. Salah satu langkah tegas menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketenangan pariwisata Bali. Tercatat pertumbuhan kunjungan internasional rata-rata 20.309 pengunjung per hari pada April 2025, serta kenaikan penerimaan pajak daerah —Badung memimpin dengan penerimaan Rp 5,9 triliun per Desember 2024, diikuti Denpasar Rp 1,4 triliun dan Gianyar Rp 1,3 triliun— menandakan dampak positif kebijakan pemulihan pariwisata dan investasi infrastruktur.

“Saya melihat BBTF sebagai jembatan penting antar-pelaku industri, pemerintah, dan buyer global untuk memperkuat citra destinasi dan membuka peluang investasi baru. Melalui BBTF, kami berharap memperluas kerja sama strategis dengan Provinsi DKI Jakarta—memanfaatkan jaringan BUMD transportasi dan dana silpa—serta menegosiasikan rute dan frekuensi penerbangan bersama maskapai internasional. Dengan sinergi seluruh lapisan pemerintahan, pelaku pariwisata, dan mitra udara global, kita akan mewujudkan lingkungan yang bersih, mobilitas lancar, dan kenyamanan akses masuk yang semakin baik—sehingga Bali tetap menjadi destinasi unggulan dunia,” ujarnya.

Co-host BBTF 2026

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno yang hadir mendampingi delegasi seller DKI di BBTF-2025, menyatakan kesiapannya menjadi co-host BBTF 2026. Selain itu, DKI bersinergi dengan Pemprov Bali dalam memanfaatkan silpa APBD DKI –hampir Rp 4,8 triliun— dan dukungan tiga BUMD —Bank DKI (kelak menjadi Bank of Jakarta), MRT, dan Transjakarta— untuk meningkatkan konektivitas dan arus kunjungan. Mengingat 6 juta dari 9,5 juta wisatawan domestik ke Bali berasal dari Jakarta, kerja sama ini diharapkan mengembalikan keseimbangan kunjungan dan penerimaan pajak.

“Sebagai bagian revitalisasi, 10 hotel di Jakarta diwajibkan menampilkan budaya Betawi, sementara pembentukan Jakarta Film Commission dan konsep ‘Jakarta Kota Cinema’ dirancang untuk menarik talenta dan investor perfilman —sektor dengan 84 juta penonton nasional pada 2024—. Kami juga memperluas kebijakan ASN wajib naik transportasi umum setiap Rabu, guna mendukung mobilitas berkelanjutan dan mengurangi kendaraan pribadi,” papar Rano Karno.

DKI Jakarta –yang dalam waktu dekat berubah status—menyertakan seller dari kalangan pengusaha hotel, tour operator, operator cruise dan pengelola objek kunjungan. Total tercatat 260 perusahaan selaku exhibitor/seller yang ambil bagian dalam BBTF ke-11. Sejumlah 337 buyer yang berasal dari Algeria (2), Australia (17), Bangladesh (3), Belgia (1), China (7), Denmark (1), Estonia (1), Francis (1), German (3), Hong Kong S.A.R. (3), India (23), Indonesia (193), Israel (1), Italy (2), Kazakhstan (1), Kenya (2), South Korea (6), Libya (2), Lithuania (1), Malaysia (19), Mauritius (1), Myanmar (7), Namibia (1), Nepal (1), Netherlands (7), Oman (6), Pakistan (1), Philippines (10), Russia (3), Singapore (8), South Africa (3), Spain (2), Thailand (5), Turkey (5), Uganda (3), United Arab Emirates (9), United Kingdom (5), United States (1), Uzbekistan (1), Vietnam (2).*BTNewspaper


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *