Fungsikan Lima “Thermal Scanner”
BALI, BTNp: PENGELOLA bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali memfungsikan lima thermal scanner, menindak lanjuti SE Direktur Jenderal P2P (KemenKes) Nomor : PV.03.01/C/ /2023 tentang Kewaspadaan Kejadian Luar Biasa Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2.3.4.4b. Dalam SE DirJen P2P, pemerintah menetapkan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk melaksanakan peningkatkan pengawasan terhadap Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan Dalam Negeri penumpang di pelabuhan, bandar udara dan pos lintas batas darat negara.
Thermal scanner fasilitas pendeteksi awal kondisi kesehatan —melalui deteksi suhu tubuh penumpang dan petugas yang beraktifitas di gedung terminal bandara. Terdapat lima unit thermal scanner yang difungsikan. Satu unit ditempatkan di area kedatangan penumpang internasional, dua unit berada di area keberangkatan internasional, dan dua unit berada di area keberangkatan domestik, jelas General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Handy Heryudhitiawan.
Handy menambahkan, hingga saat ini belum dikeluarkan kebijakan khusus terhadap pelaku perjalanan luar negeri yang datang ke pulau Bali melalui bandara internasional I Gusti Ngurah Rai.
“Tidak ada perlakuan atau jalur khusus terhadap penumpang yang berasal dari negara yang telah terdeteksi ada kasus flu burung, mengingat mitigasi telah dijalankan oleh stakeholder di negara asal wisatawan. Bila ditemukan orang dengan suhu di atas normal, tentunya yang bersangkutan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh petugas,” paparnya lebih jauh.
Tercatat pada akhir bulan Februari (28/2) tercatat bandara Ngurah Rai melayani kedatangan 79 pesawat dengan 6.316 penumpang rute domestic, dan keberangkatan 80 pesawat berpenumpang 6.200 orang. Pergerakan rute internasional pada akhir Februari sebanyak 75 kedatangan pesawat berpenumpang 7.316 penumpang dan memberangkatkan 76 pesawat berpenumpang 7.962 orang. *BTNewspaper/*
