Siagakan 2.598 Personil Gabungan di Posko Angkutan Lebaran 1447 H
MANGUPURA, BTNp: PADA periode perayaan Nyepi dan Lebaran, menejemen bandara I Gusti Ngurah Rai Bali siagakan sebanyak 2.598 personel gabungan di posko angkutan Lebaran tahun 2026. Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2026/1447 H yang berlokasi di area publik terminal kedatangan domestik, beroperasi selama 18 hari, (13 s.d 30 Maret 2026). Difungsikan untuk memastikan standar layanan dan kesiapan fasilitas penunjang operasional bandara, serta memantau kelancaran angkutan penerbangan dan lalu lintas penumpang selama periode Angkutan Lebaran.
Menurut General Manager bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, posko menjadi pusat koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam pengawasan opesional Bandara I Gusti Ngurah Rai selama 18 hari ke depan. Diproyeksikan, bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani hingga 1,1 juta pergerakan penumpang serta 6.742 pergerakan pesawat udara selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Puncak pelayanan penumpang sebelum Lebaran diproyeksikan terjadi pada Rabu (18/3) atau H-3 Lebaran dengan jumlah 71 ribu pergerakan penumpang. Dan puncak arus penumpang setelah Lebaran diprediksi terjadi pada Sabtu (28/3) atau H+6 Lebaran dengan jumlah sebanyak 73 ribu pergerakan penumpang.

Tercatat 401 pengajuan extra flight dari sejumlah operator penerbangan, sebanyak 390 extra flight rute domestik dan 11 rute internasional —penambahan sebanyak 72.076 kursi penerbangan domestik dan 2.552 kursi penerbangan internasional—.
“Pada pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 ini, terdapat beberapa hal yang menjadi atensi kami, di antaranya terkait dengan potensi lonjakan trafik dan pergerakan penumpang, cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta potensi kepadatan lalu lintas di sekitar bandara. Berbagai langkah-langkah mitigasi serta alur komunikasi antar instansi telah kami jalankan guna mengantisipasi dampak terhadap jadwal penerbangan,” kata Nugroho Jati.
Sebagai langkah mitigasi kepadatan lalu lintas di jalan akses bandara, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali turut menyiagakan Posko Lalu Lintas Lebaran 2026 yang berlokasi di Pos Simpang AirNav. Posko dikelola personel dari Polres Bandara, TNI AU, Dinas Perhubungan, Pecalang, serta dari InJourney Airports, yang bertugas untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalan akses bandara pada periode perayaan Nyepi dan Lebaran 2026.
Secara tradisi pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 melibatkan personel dari internal InJourney Airports, serta turut diawaki oleh personel dari stakeholder di lingkungan bandara, antara lain Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Polres Bandara, TNI AU, AirNav, BASARNAS, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, dan ground handling. Sebanyak 2.598 personel gabungan siaga dalam masa pelayanan posko angkutan Lebaran tahun 2026.
Tidak Beroperasi
Terkait perayaan Nyepi Tahun Caka 1948 bagi umat Hindu yang berimpit dengan perayaan Lebaran bagi umat Muslim, operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dihentikan sementara mulai Kamis, 19 Maret pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret pukul 06.00 WITA.
“Sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A0096 yang diterbitkan oleh Perum LPPNPI/AirNav Indonesia, seluruh aktivitas penerbangan komersial reguler di bandara akan dihentikan mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut tidak akan ada penerbangan reguler yang berangkat maupun mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” menurut General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, dalam rilisnya.
Penghentian operasional, telah dikoordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan —maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, serta instansi terkait lain— guna memastikan kelancaran operasional sebelum dan sesudah periode Nyepi. Penyesuaian jadwal penerbangan juga telah diinformasikan oleh masing-masing maskapai kepada para penumpang.
Meskipun operasional penerbangan dihentikan, sejumlah personel bandara tetap bersiaga untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan yang bersifat darurat, seperti penerbangan medis (medical evacuation) atau penerbangan yang bersifat khusus apabila diperlukan dan telah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait.
19 Pesawat RON
Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 440 jadwal penerbangan komersial reguler tidak beroperasi, dengan rincian 231 penerbangan rute domestik dan 209 rute internasional. Sebanyak 19 pesawat mengajukan ijin melakukan remain over-night (RON) di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Sesuai jadwal, penerbangan keberangkatan terakhir sebelum penghentian operasional adalah pada Rabu (18/3) pukul 23.10 WITA untuk rute domestik, dan Kamis (19/3) pukul 01.30 WITA untuk rute internasional. Untuk penerbangan kedatangan terakhir adalah pada pukul Rabu (18/3) pukul 23.05 WITA untuk rute domestik, dan pada Kamis (19/3) pukul 00.30 WITA untuk rute internasional.
Sedangkan untuk penerbangan keberangkatan pertama setelah pembukaan kembali operasional dijadwalkan pada Jumat (20/3) pukul 07.00 WITA untuk rute domestik dan pukul 08.15 WITA untuk rute internasional. Sementara itu, untuk penerbangan kedatangan pertama adalah pada pukul 08.20 WITA untuk rute domestik, dan pada pukul 07.05 WITA untuk rute internasional.
Di tahun 2025, bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 24.125.161 penumpang, sebanyak 15.177.283 pelaku perjalanan internasional (sekitar 63 persen), sementara 8.947.878 penumpang berasal dari penerbangan domestik (37 persen), mencerminkan kuatnya peran bandara sebagai gerbang utama pariwisata nasional sekaligus konektivitas internasional.
Rerata pergerakan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, 2 juta penumpang per bulan, setara dengan 66.000 pergerakan penumpang per hari, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Berdasarkan sebaran rute, Cengkareng menjadi tujuan dengan jumlah penumpang tertinggi, yakni 4,23 juta penumpang, disusul Singapura sebanyak 2,69 juta, Kuala Lumpur 1,76 juta, Surabaya 1,31 juta, dan Melbourne 1,15 juta penumpang. *BTNewspaper
