Menjaga Objek dan Komunikasi dengan Mitra Kerja

SETAHUN pandemi COVID-19 melanda dunia, membawa dampak disemua lini kehidupan. Keterpurukan perekonomian tidak menjadikan industri kreatif berbasis budaya di Bali “mati gaya”. Kebijakan bekerja dari rumah, system shift tugas dengan pembatasan jam kerja tatap muka, tidak menjadikan objek kunjungan bagian aset usaha desa terbengkelai.
“Masih melakukan promosi dengan memberikan harga khusus bagi wisatawan yang berkunjung,” ungkap Made Sukerata, Kepala Bidang Devisi Pemasaran DTW Ulun Danu, Beratan.
Manajemen tetap melakukan penataan di areal DTW Ulun Danu Beratan baik disisi Pawongan, Palemahan dan Parhyangan. Menjaga komunikasi dengan biro perjalanan wisata baik yang memiliki perjanjian kerjasama mau pun penyelenggara perjalanan secara on-line.

DTW Ulun Danu danau Beratan selain sebagai objek kunjungan juga tetap aktif dipergunakan umat Hindu dalam melakukan peribadatan. Manajemen, tegas Made Sukerata berkomitmen menjaga kebersihan dan kesucian objek sehingga memberikan kenyamanan baik bagi pemedek mau pun wisatawan.
Tercatat jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Ulun Danu, Beratan tahun 2017 wisatawan asing sebanyak 430.223 orang dan wisatawan lokal sebanyak 464.282 orang. Tahun 2018 wisatawan asing sebanyak 482.524 oran dan wisatawan lokal sebanyak 485.173 orang. Tahun 2019 wisatan asing sebanyak 503.507 orang dan wisatawan lokal sebanyak 475.216 orang.

Jika anda berwisata atau berkunjung dengan kepentingan sembahyang, jangan lupa mampir di pusat kuliner Ulun Danu. Restoran Ulun Danu tetap dibuka melayani masyarakat untuk makan siang atau hanya istirahat minum kopi disela perjalanan dari Bali Selatan ke utara atau yang dari Bali Utara menuju Denpasar. Direkomendasikan makan siang dengan menu “be tutu” atau ikan Mujair, hasil tangkapan di danau Beratan. *BTNewspaper/e
