SaKiRa DPD ASITA Bali: Perjuangkan Hak Suara Anggota

SaKiRa DPD ASITA Bali: Perjuangkan Hak Suara Anggota

Share it

SANUR, BTNp: HAL fakta integritas bagi “anggota” ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) adalah keputusan DPP ASITA, bagian dari AD/ART terbaru. Nomenklatur tersebut bagi anggota ASITA DPD Bali, adalah wujud loyalitas anggota terhadap organisasi. Loyal terhadap organisasi, tidak berarti menutup peluang bersinergi, berkolaborasi dengan anggota organisasi lain.

Anggota ASITA Bali, tidak dilarang bekerjasama, bersinergi berkolaborasi dengan anggota organisasi lain. Yang diminta adalah tidak ganda keanggotaan pada organisasi sama serupa dengan tupoksi ASITA. Konsekuensinya adalah DPD berusaha memperjuangkan hak dan kewajiban anggota ditingkat nasional yaitu keadilan hal hak suara dalam berorganisasi.

Demikian ditegaskan Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, S.AB., M.A.P, usai pemaparan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) oleh SekJen DPP ASITA pada ajang tourism talkshow, SaKiRa —Saatnya Kita (ASITA) Berkarya–, Selasa, 28 Oktober di Sudamala Resort, Sanur.

SaKiRa Oktober yang dimoderatori Sekretaris DPD ASITA Bali, Nyoman Subrata, dihadiri 100 lebih anggota dari total 364 anggota, dengan pokok bahasan “ Sosisalisasi AD/ART ASITA  dan Kerjasama Asuransi Indonesia Travel Care bagi Wisatawan Mancanegara”.

Pemahaman mengenai aturan dasar ini menjadi landasan untuk bekerja sama dan mencapai tujuan bersama. Anggota yang terdidik dan memiliki pemahaman yang baik tentang aturan internal akan mampu berkontribusi lebih besar dalam menjaga integritas dan profesionalisme dalam industri pariwisata.

Pada SakiRa Oktober, DPD ASITA Bali memperkenalkan kolaborasi baru dengan penyedia produk asuransi bagi wisatawan mancanegara. Produk yang tidak hanya memberi manfaat bagi wisatawan, tetapi juga bagi pelaku usaha pariwisata lokal untuk mendapatkan akses perlindungan tambahan.

Menjaring Kualitas

Perlindungan tambahan ini, menurut Putu Winarsa menjadi bagian upaya menjaring wisatawan berkualitas yang di gadang- gadang Bali. Sementara bagi kalangan pelaku industri lainnya, produk yang ditawarkan sebagai pelengkap asuran perjalanan yang telah dimiliki wisatawan.

“Ada beberapa atraksi wisata di Bali, khususnya jenis bahari yang belum tercover asuransi dari negara wisatawan. Dan ini perlu kajian khusus. Pasalnya wisman tidak mempersoalkan angka yang harus dibayarkan. Penting bagi mereka, jika musibah terjadi angka klaim memadai untuk mereka dievakuasi ke fasilitas yang ditunjukkan pihak asuransi dari negara bersangkutan,” ungkap Ketut Tunggu Ketua Depeta ASITA Bali.

Produk asuransi bagi karyawan yang ditawarkan diharapkan mampu mensejahterakan karyawan dan keluarganya. Karyawan adalah asset perusahaan sudah selayaknya mendapat fasilitas memadai dan adil antara tugas, kewajiban dan haknya, imbuh Ketua DPD ASITA Bali.

Kolaborasi antara ASITA Bali dan perusahaan asuransi, diharapkan dapat menjadi model baru dan ditiru organisasi pariwisata lainnya. Dengan meningkatkan perlindungan bagi wisatawan dan memberi dukungan bagi pelaku usaha lokal, Bali dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang aman dan berkualitas tinggi. Melalui langkah-langkah seperti ini, ASITA Bali tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan anggotanya, tetapi juga pada kemajuan sektor pariwisata Bali yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan Penandatanganan Kerjasama Asuransi Indonesia Travel Care bagi Wisatawan Mancanegara antara DPD ASITA Bali dengan Asuransi JAGAWISATA, Mandiri in Health, JAGADIRI dan IFG Life. *BTNewspaper


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *