BaliCEB di AIME 2026 Melbourne, Target Nol Emisi Tahun 2050

BaliCEB di AIME 2026 Melbourne, Target Nol Emisi Tahun 2050

Share it

MELBOURNE, BTNp: DISELENGGARAKAN oleh Talk2 Media & Events, Asia Pacific Incentives and Meetings Event (AIME) Melbourne membuka edisi tahun 2026 (9-11 Februari) dengan mencatatkan rekor pertumbuhan jumlah pembeli dan peserta pameran terbesar. Serta komitmen keberlanjutan jangka panjang di bawah inisiatif Net Zero Carbon Events, dengan target pengurangan emisi 50 persen di tahun 2030 dan penyelenggaraan event nol emisi di tahun 2050.

Pada konferensi pers pembukaan, Matt Pearce, CEO Talk2 Media & Events didampingi Julia Swanson, CEO Melbourne Convention Bureau; dan Robin Mack, Direktur Pelaksana Tourism Australia, mengatakan pertumbuhan AIME mencerminkan kepercayaan industri dan kejelasan fokus event pada hasil berkualitas.

Pearce juga memberikan pembaruan tentang komitmen keberlanjutan AIME dalam target pengurangan emisi jangka panjangnya di bawah inisiatif Net Zero Carbon Events. AIME bergabung dengan inisiatif Net Zero Carbon Events beberapa tahun lalu, dengan target pencapaian mengurangi emisi yang dapat dikendalikan secara langsung sebesar 50 persen pada tahun 2030.

“Fokus AIME sekarang bergeser dari pengukuran ke tindakan kolektif, bekerja sama dengan mitra industri untuk mendukung kemajuan bersama menuju pengurangan emisi sebesar 50 persen pada tahun 2030 dan nol emisi pada tahun 2050. AIME berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut,” tegas Matt Pearce.

Tahun ke-33

Memasuki tahun ke 33, menurut CEO Melbourne Convention Bureau, Julia Swanson, AIME melibakan peserta pameran dari 36 negara antara lain dari wilayah Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, dan Uganda bergabung untuk pertama kalinya di area pameran, bersama dengan perwakilan dari Australia, Selandia Baru, Asia Pasifik, Eropa, Amerika, dan Timur Tengah, dengan 25.000 pertemuan terjadual.

Peserta pameran mewakili biro konvensi, pusat konvensi, hotel dan resor, tempat unik, penyedia teknologi acara, perusahaan produksi dan AV, perusahaan manajemen destinasi, maskapai penerbangan, dan operator kapal pesiar.

Dan Program Knowledge Monday bertema “Expertise Matters!” membuka acara AIME -2026 di Melbourne Convention and Exhibition Centre (MCEC) dengan menampilkan pembicara Anna Glynn, Dr Danny Davis, Jess Turnbull, George Hawwa, Ian Jones, Andy Sharpe, Winitha Bonney OAM, Stephanie Tranquille, Dave Chauhan dan Anna Patterson, serta mitra konten termasuk SITE ANZ, PCMA APAC, AIPC, AuSAE, EarthCheck dengan ICCA APAC dan IAPCO.

Pada kesempatan tersebut Director AIME Event Silke Calder, mengatakan Knowledge Monday, berkembang dalam skala dan signifikansi, serta menetapkan fondasi pendidikan yang kuat untuk tiga hari penyelenggaraan AIME.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa pembicara utama dan pembicara sesi paralel membawa keahlian mendalam, ide-ide segar, dan pengalaman dunia nyata ke dalam program. Wawasan kolektif mereka, menantang, mengangkat, dan membekali komunitas kepariwisataan dengan alat praktis untuk memimpin dengan percaya diri dan jelas di tahun mendatang.

Peserta dapat memilih dari 22 sesi diskusi kelompok yang terbagi dalam dua sesi berdurasi 60 menit, masing-masing dirancang untuk memperdalam keahlian di lima kategori konten inti: Strategi Bisnis & Kepemimpinan; Manajemen Acara & Desain Pengalaman; Teknologi, AI & Data; Kemanusiaan, Bakat & Pengembangan Keterampilan; dan Keberlanjutan & Warisan.

Topik mencakup seluruh spektrum prioritas industri kontemporer, seperti menavigasi lingkungan yang ditingkatkan AI, merancang keterlibatan manusia secara autentik, meningkatkan efektivitas kepemimpinan, menciptakan strategi acara yang berorientasi pada warisan, menguasai kekacauan dengan percaya diri, dan mengubah kreativitas menjadi hasil komersial yang terukur.

Perluas Ekosistem MICE Bali

Dalam ajang AIME 2026 Melbourne pada 9-11 Februari, ikut ambil bagian Bali Convention & Exhibition Bureau (BaliCEB), langkah strategis memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di kawasan Asia Pasifik. Keikutsertaan ini dimanfaatkan untuk menampilkan kesiapan Bali dalam mendukung kegiatan bisnis internasional, meliputi pilihan venue meeting dan convention center berstandar global, akomodasi hotel berbintang, layanan audio-visual profesional, transportasi terintegrasi, serta hiburan dan pengalaman budaya autentik sebagai nilai diferensiasi destinasi.

Partisipasi BaliCEB, menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan membangun hubungan strategis dengan event planner, professional conference organizer (PCO), incentive house, dan corporate buyer internasional. Melalui agenda business matching dan networking, BaliCEB mempresentasikan keunggulan kompetitif Bali, mempresentasikan kesiapan infrastruktur, konektivitas penerbangan, standar keamanan destinasi, serta kekayaan budaya sebagai nilai tambah bagi penyelenggaraan event global.

BaliCEB di AIME Melbourne

Kehadiran di AIME memberikan manfaat nyata berupa peningkatan visibilitas destinasi, peluang akuisisi event baru, dan penguatan citra Bali sebagai destinasi MICE yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional, ungkap Ketua Bali CEB Dr. Ketut Jaman.

Dampak positif keikutsertaan ini juga dirasakan para anggota dan pemangku kepentingan BaliCEB yang terdiri atas convention center, hotel, restoran, gathering venue, beach club, perusahaan transportasi, penyedia atraksi wisata, usaha katering, pusat perbelanjaan, hingga pengelola daya tarik wisata. Melalui promosi terpadu dan co-branding, para anggota memperoleh akses langsung ke pasar internasional melalui platform bisnis yang terkurasi. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata berbasis MICE secara berkelanjutan, meningkatkan utilisasi jasa lokal, serta membuka peluang kerja di Bali.

Sebagai perwakilan BaliCEB di AIME Melbourne, Dr Ketut Jaman dari Melali MICE menyampaikan bahwa antusiasme penyelenggara corporate meeting dan incentive travel dari Australia, Singapura, Tiongkok, India, Malaysia, hingga Thailand menunjukkan tren positif dan secara konsisten memposisikan Bali dalam daftar destinasi prioritas klien mereka. Kehadiran BaliCEB diapresiasi sebagai fasilitator dan mediator pada tahap perencanaan awal sebelum penentuan venue dan hotel. Informasi mengenai regulasi konferensi dan pameran internasional —dari perizinan, ketentuan visa, prosedur bea cukai, pengamanan acara, hingga kemudahan layanan kedatangan delegasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai— menjadi faktor penting yang memperkuat kepercayaan terhadap Bali sebagai destinasi MICE kelas dunia, selain dukungan diplomatik dari pemerintah Indonesia. *BTNewspaper


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *