Menggantang “In-bound” dan “Outbound Tourist” di Masa Libur Imlek 2026
BALI, BTNp: TAHUN Baru Imlek, salah satu periode libur penting bagi industri wisata dan Indonesia mendapatkan demand cukup tinggi untuk perjalanan wisata mancanegara (inbound), mengimbangi arus berlibur ke luar negeri (out-bound) warga negara Indonesia. Di tahun 2026, pasar China, Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang muncul sebagai sumber utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Berdasarkan data Trip.com, selain negara-negara tersebut, Indonesia juga mencatat pertumbuhan signifikan terkait kedatangan wisatawan asal Italia, Selandia Baru, Jerman, Rusia, dan Kamboja. Data ini menunjukkan peningkatan daya tarik Indonesia bagi beragam wisatawan internasional.

Minat wisatawan terhadap atraksi wisata masih terpusat di wilayah Bali dan Lombok. Deretan destinasi wisata populer seperti Kepulauan Nusa Penida, Bali Exotic Marine Park, Waterbom Bali, dan Nusa Lembongan menjadi atraksi wisata paling banyak dipesan selama liburan Imlek. Atraksi unggulan lainnya adalah Candi Borobudur, hal ini menunjukkan bahwa kekayaan budaya, sejarah, serta keunikan Indonesia masih menjadi faktor utama menarik minat wisatawan manca negara.

Berdasarkan data Trip.com, selama periode libur Imlek tahun ini, tidak sedikit wisatawan Indonesia bepergian ke berbagai destinasi di luar negeri, mulai dari Kuala Lumpur, Singapura, hingga Jeddah. Fakta tersebut mencerminkan tingginya demand perjalanan ke luar negeri (out-bound) selama musim liburan. Data tersebut didukung dengan hasil jual-beli paket wisata di ajakang Pameran Perjalanan ASTINDO ke-23— 5-8 Februari 2026—, di Tangerang.
Pameran tersebut menarik 57.563 pengunjung dan menghasilkan total transaksi sebesar Rp 50,10 miliar (US$2,98 juta). Acara tersebut mempertemukan 31 agen perjalanan, 21 maskapai penerbangan, delapan organisasi pariwisata nasional, dan 14 penyedia produk dan layanan terkait perjalanan, dengan tema “Jelajahi Dunia, Satu Gerbang pada Satu Waktu”. Menurut Ketua DPP ASTINDO, Paulin Suharno permintaan perjalanan tetap kuat, sebagian besar didorong oleh wisata ke luar negeri (outbound).
Trip.com mencatat wisatawan Indonesia masih memprioritaskan kota-kota terdekat untuk menikmati liburan Tahun Baru Imlek. Kuala Lumpur, Singapura, dan Jeddah adalah beberapa destinasi terpopuler di luar negeri, disusul oleh Bangkok dan Tokyo. Meski destinasi yang sudah familiar tetap diminati, wisatawan Indonesia juga makin tertarik menjelajahi beragam destinasi baru, seperti Madinah, Sapporo, dan Adelaide. Di antara ketiganya, Kota Madinah menunjukkan pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan pemesanan lebih dari 500% dalam satu tahun terakhir (year-on-year/YOY) di Trip.com, disusul Sapporo dengan pertumbuhan di atas 250% dan Adelaide yang mendekati angka 200% .

Budaya Mudik
“Tahun Baru Imlek di Indonesia memiliki keunikan tersendiri karena memadukan perayaan yang meriah dengan tradisi ‘mudik’ yang semarak. Data kami menunjukkan bahwa hampir seperempat wisatawan memilih rute domestik, seperti Jakarta–Pontianak dan Jakarta–Medan, untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga. Kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik secara personal untuk mengurangi komplikasi saat bepergian, baik untuk perjalanan menuju kampung halaman atau untuk bertualang ke luar negeri. Dengan menawarkan beragam layanan, mulai dari penerbangan hingga aktivitas lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masing-masing wisatawan, kami bangga dapat membantu seluruh masyarakat Indonesia untuk fokus pada hal yang paling penting selama periode yang penuh makna ini; menciptakan kenangan yang indah dengan berkumpul kembali bersama orang-orang terkasih,” ujar Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia.
Destinasi domestik populer umumnya didominasi kota dengan populasi masyarakat China-Indonesia yang signifikan, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Pontianak, dan Medan. Sementara itu, Jakarta–Bali–Jakarta, Jakarta–Medan, dan Jakarta–Pontianak masih menjadi rute domestik yang paling banyak dipesan. Tren ini mencerminkan kuatnya budaya mudik di Indonesia bagi masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek. Berdasarkan data Trip.com, puncak arus mudik Tahun Baru Imlek diperkirakan terjadi selama tiga hari, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15 Februari.

Lebih Awal
Data Trip.com menunjukkan bahwa kebanyakan wisatawan Indonesia cenderung merencanakan perjalanan lebih awal dan melakukan pemesanan sejak jauh hari sebelum waktu keberangkatan pada libur Tahun Baru Imlek. Tahun ini, 43% pemesanan dilakukan lebih dari 60 hari sebelum tanggal perjalanan, relatif serupa dengan kondisi pada tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat sedikit pergeseran minat terhadap jarak perjalanan, dengan 49% penerbangan dipesan untuk destinasi jarak menengah hingga jarak jauh, sedikit lebih rendah dibandingkan angka 51% di periode yang sama pada tahun 2025.

Selamat menikmati libur perayaan Imlek 2026, semoga damai sejahtera mengawali dan mengisi hari- hari sepanjang Kongzili ke-2577. *BTNewspaper
