Gandeng ATI Revitalisasi Toilet di Tiap Destinasi Wisata

MAU revolusi sektor wisata itu harus dimulai dari toilet. Pasalnya fasilitas toilet adalah tempat yang tidak bisa diwakilkan untuk datang. Kelayakan dan kebersihan toilet di tiap destinasi wisata merupakan salah satu unsur penting dalam memberikan kenyaman pada wisatawan. Toilet di tempat wisata pun harus memiliki desain dan standar fasilitas yang benar. Sebab, sarana tersebut dinilai dapat mempengaruhi tingkat kunjungan wisata.
Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno,saat berdiskusi serangkaian kerja sama dengan Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) untuk merevitalisasi toilet di tiap destinasi wisata di Indonesia.
Ketua Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), Naning Adiwoso, mengatakan bahwa ATI siap bekerja sama dengan Kemenparekraf untuk revitalisasi toilet di tiap destinasi wisata. Menurutnya, keberadaan toilet di tiap destinasi wisata perlu pendampingan terus menerus agar tetap nyaman. Sehingga akan memunculkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung.
“Saya harap ke depannya, toilet ini menjadi sangat penting karena terus terang menurut World Health Organization (WHO), negara yang maju itu kalau negaranya sehat. Hal ini berkaitan dengan wisata sehat, karena suka tidak suka semua wisatawan akan mencari tempat yang sehat dan higienis pula, agar mereka tetap bahagia saat berlibur. Semoga kita bisa membantu memajukan keberadaan toilet di destinasi wisata. Ada beberapa kriteria yang harus kita kerjakan, agar lingkungan kita sehat,” jelas Naning.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari, berharap ATI dapat membantu Kemenparekraf dalam merevitalisasi toilet di tiap destinasi wisata agar nyaman digunakan.

“Tidak hanya memikirkan bagaimana membangun toilet, tetapi juga memikirkan ekosistemnya secara keseluruhan. Mulai dari air bersih, hingga siapa yang akan mengelola toiletnya. Yang sangat penting saat ini dan kritis adalah di destinasi wisata yang publik seperti pantai, gunung. Kita akan fokuskan terlebih dahulu di lima destinasi super prioritas. Nah harus kita pikirkan juga standarnya. Begitu kita terapkan di pantai ada modifikasi apa, jika diterapkan di gunung ada modifikasi apa. Jadi saya mengajak berpikir dari hilir, ujungnya kita ingin menghasilkan apa,” ujar Hari.
Dijelaskannya bahwa Kemenparekraf akan memfokuskan revitalisasi toilet pada lima destinasi super prioritas dan dilanjutkan dengan destinasi yang lain. *BTNewspaper/e/rls
