14 Maret 2021, Perayaan Nyepi Tahun Saka 1943

Share it

BERPEDOMAN pada instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease -19 (COVID-19). Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. Surat Edaran Gubernur Bali No. 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru. Dan surat edaran Gubernur Bali Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Pada Anggara Kliwon Dukut, 19 Januari  2021  Parisada Hindu Dharma Indonesia Prov. Bali dan Majelis Desa Adat Prov. Bali mengeluarkan surat edaranNOMOR: 009/PHDI-Bali/I/2021, NOMOR : 002/MDA-Prov Bali/I/2021, tentang  pelaksanan rangkaian hari raya suci Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali. Disampaikan kepada seluruh Masyarakat Bali hal-hal yang berkaitan dengan Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali, yaitu sebagai berikut:

Menaati dan melaksanakan dasar hukum di atas yang berkaitan dengan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Khususnya kepada Umat Hindu di Bali, kegiatan Malasti Tawur Kasanga Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Bagi Desa Adat yang Wewidangan-nya berdekatan dengan Segara, Malasti di pantai. Bagi Desa Adat yang Wewidangan-nya berdekatan dengan Danu, Malasti di danau. Bagi Desa Adat yang Wewidangan-nya berdekatan dengan Campuhan, Malasti di Campuhan. Bagi Desa Adat yang memiliki Beji dan/atau Pura Beji, Malasti di Beji. Bagi Desa Adat yang tidak melaksanakan Malasti sebagaimana di atas dapat Malasti dengan cara Ngubeng atau Ngayat dari Pura setempat.

Upakara Malasti bagi desa adat yang malasti ring segara, ngaturang banten Guru Piduka, salaran ayam itik (bebek) dan tipat kelanan, pakelem itik katur ring Bhatara Baruna. Yang malasti ring danu, beji, utawi campuhan, ngaturang Caru Panglebar Sasab Merana (caru ayam ireng). Bagi desa adat yang malasti Ngubeng utawi Ngayat, ngaturang Caru Panglebar Sasab Merana ring Pangulun Setra, saka sidan (sesuai dengan situasi setempat).

Upakara Tawur dilaksanakan serentak pada Saniscara Pon Gumbreg tanggal Masehi 13 Maret 2021 dengan tingkatan Tawur Agung ring Bencingah Agung Besakih (Giri Tohlangkir), dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali pada Pukul 09.00 Wita nemu kerta ikang rat.

Tawur Labuh Gentuh ring Catus Pata Kabupaten/Kota, dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota pada Pukul 13.00 Wita. Sedang Tawur Manca Kelud ring Catus Pata Desa Adat, dilaksanakan oleh masing-masing desa adat setempat pada Pukul 16.00 Wita. Biaya upakara dapat menggunakan dana desa adat yang bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2021. Sementara upacara lan upakara setingkat keluarga dan rumah tangga dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali.

Tawur Agung disertai dengan Upacara Segara Kerthi miwah Danu Kerthi: mapakelem, mapulang panyegjeg ring Nawa Segara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota. Upacara Segara Kerthi dimaksud ring segara Pura Batu Mejan, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Ring segara Pura Silayukti, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Ring segara Pura Wimukti, Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Ring segara Pura Indra Kusuma, Desa Candi Kusuma, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Ring segara Pura SegaraGilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Ring segara Pura Pabean, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Ring segara Pura Ponjok Batu, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Ring segara Pura Dalem Batu Grombong, Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Ring Pura Segara Danu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Untuk upacara Danu Kerthi ring Catur Danu dilaksanakan  ring  Pura Jati Danu Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Ring Danu Beratan, Pura Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Ring Danu Buyan, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Ring Danu Tamblingan, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Hal pengarakan ogoh-ogoh berkaitan dengan upacara Tawur Kasanga Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943, bukan merupakan rangkaian wajib Hari Suci Nyepi, oleh karena itu pengarakan ogoh-ogoh pada Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 ditiadakan.

Dalam rangkaian upacara malasti, tawur, pangrupukan agar dilaksanakan dengan memperhatikan pembatasan jumlah peserta saat prosesi paling banyak 50 orang, para Pamangku agar menggunakan “panyiratan” yang sudah bersih untuk “nyiratang tirta” kepada Krama, dan memberikan bija dengan peralatan yang bersih. Dilarang  memakai/membunyikan  petasan/mercon dan sejenisnya; Bagi umat yang sakit atau merasa kurang sehat, agar tidak mengikuti rangkaian upacara; Guna menghindari berbagai potensi penyebaran COVID-19, semua panitia dan peserta agar mengikuti Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Umat Hindu diharapkan melaksanakan Catur Brata Panyepian dengan sradha bhakti. Sedang bagi umat lain di Bali agar bersama-sama mendukung dan menyukseskan Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 dengan tetap menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama. *BTNewspaper/e/se


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *