Aktivitas ASITA Care, Memperkaya Paket Wisata Anggota

Aktivitas ASITA Care, Memperkaya Paket Wisata Anggota

Share it

Denpasar, BTNp: TERLEPAS dari inplasi, pengeluaran wisatawan meningkat 113 persen di tahun 2022 dibandingkan tahun 2021. Rerata naik 13 persen per perjalanan — US$1.331 per kedatangan di seluruh dunia. Untuk tahun 2023, total pengeluaran wisatawan diproyeksikan melebihi US$1, 4 triliun dolar secara global.

Laporan Euromonitor International juga menunjukkan peningkatan minat terhadap penawaran wisata berbasis nilai, yang mengacu pada dimensi pariwisata berkelanjutan, mendukung komunitas lokal dan praktik pariwisata bertanggungjawab, karena para pelancong mencari pengalaman baru dalam perjalanan. Kekinian tersebut memperkuat spirit kegiatan sosial –ASITA Care– DPD ASITA Bali dalam menjalan program sosial ke depan.

“Mempertimbangkan kelanjutan setiap kegiatan yang dilakukan. Dan diperlukan kejelian anggota melihat peluang untuk dikemas menjadi bagian produk usaha masing- masing. Aktivitas di yayasan dapat dijadikan bagian paket wisata edukasi, voluntourism. Niche market itu ada,” ungkap Waka Kebudayaan dan Lingkungan selaku Koordinator ASITA Care, DPD ASITA Bali, Sediya Yasa ketika mengunjungi Yayasan Bunga Bali di Denpasar.

Yayasan Bunga Bali yang mengelola program pemberdayaan masyarakat berkebutuhan khusus di Bali. Melalui yayasan, warga binaan mendapat fasilitas rehabilitasi dan peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan masing- masing. Kendala utama dari program rehabilitasi dan peningkatan keahlian ini adalah pemasaran hasil karya warga binaan. Di Yayasan Bunga Bali, warga binaan memproduksi ragam dupa (hio), wastra Bali, lukisan, ukiran, aneka permainan anak- anak, ragam anyaman.

Up-skil-warga-binaan-yayasan-bunga-bali
             Anyaman-Salah satu karya warga binaan Yayasan Bunga Bali. Pantas dijadikan sovenir.

Karya warga binaan di yayasan, sudah kental dengan nilai budaya Bali, sangat memungkinkan dipergunakan sebagai souvenir luxury bagi grup, atau peserta acara- acara besar yang di handle anggota ASITA,” ungkap Pembina ASITA Bali, Ketut Ardana.

Pada kesempatan tersebut anggota Tim ASITA Care, sepakat fasilitas dan aktivitas pelatihan di yayasan dapat dijadikan bagian paket wisata edukasi bagi wisatawan baik domestik mau pun mancanegara. Pasalnya keahlian membuat hio, mengukir fanel untuk bingkai foto, lukisan, melukis atau menganyam khas Bali berbahan baku daun pandan, daun kelapa, gebang, lontar atau bambu yang tidak dimiliki masyarakat di luar Bali.

Wisatawan yang hendak berbagi ilmu pun dapat difasilitasi yayasan bekerjasama dengan anggota ASITA. Warga binaan Yayasan Bunga Bali, tidak hanya memerlukan program rehabilitasi kesehatan dan fisik, juga memerlukan program up-skill sesuai kebutuhan pasar.

Santunan

Selain mengunjungi dan menyerahkan bantuan sosial ke Yayasan Bunga Bali, Tim ASITA Care juga menyerahkan santuan sosial bagi anak- anak yatim-piatu korban longsor di Banjar Brahmana Bukit, Kel. Cempaga, Bangli. Selain memberikan peralatan sekolah dan sembako, ASITA Bali menyerahkan tabungan senilai Rp 28 juta untuk membantu biaya pendidikan bagi kakak beradik IB Gede Esa Putra (SMP) dan Ida Ayu Ega Dania Santika (SD). *BTNewspaper


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *