AsPac Air Transport Forum : “Scaling-up SAF”
Nusa Dua, BTNp: GELAR Bali International Airshow 2024 (BIAs-2024), 17-21 September, diawali dengan diselenggarakannya Asia Pacific Air Transport Forum 2024. Forum mengangkat tema, “Scaling Up Sustainable Aviation Fuels (SAF) and Integrated Airspace Solutions for a Greener Future,” dilaksanakan hari ini di Nusa Dua.
Forum, membahas berbagai strategi peningkatan produksi dan adopsi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) guna memenuhi tujuan keberlanjutan global. Pembahasan difokuskan pada integrasi berbagai teknologi mobilitas moda udara, termasuk pesawat nirawak dan sistem Urban Air Mobility CG, ke dalam ruang udara yang ada.
Pemerintah Indonesia diagendakan membahas roadmap pembangunan ekosistem industri dirgantara dan SAF nasional, sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Aviation pada tahun 2050.
Forum, yang dilaksanakan di Nusa Dua, 17 September, mengundang pejabat senior transportasi udara dari 30 negara lebih, termasuk para eksekutif pengelola bandara, operator penerbangan terkemuka. Menghadirkan Direktur Jenderal & CEO IATA, Menteri Transportasi dan Pariwisata dari sejumlah negara serta para penjaja pesawat pribadi.
Tercatat peserta forum hadir dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos (LPDR), Brunei Darussalam, Timor-Leste, Korea Selatan, Australia, India, UEA, Jepang, Pakistan, Tiongkok, dan Turki.
Penyesuaian Operasional
Berkaitan dengan penyelenggaraan BIAs 2024, menurut General Manager PT Angkasa Pura I (AP1) Bandara I Gusti Ngurah Bali, Handy Heryudhitiawan merupakan hal bersejarah.
Airshow terakhir kali dilaksanakan di Indonesia pada Juni 1996, 28 tahun silam. Gelaran Indonesia Air Show (IAS) yang ke-2 diselenggarakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Sementara pameran pertama IAS 1986, diselenggarakan satu dekade sebelumnya di Bandara Internasional Kemayoran, Jakarta.
Kebanggaan, Bali sebagai tuan rumah, namun di satu sisi menejemen Ngurah Rai tetap menjaga kualitas layanan dengan baik dan optimal, sesuai dengan standar keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan atau safety, security, services, and compliance (3S+1C). Selama BIAs-2024 dilakukan penyesuaian operasional kebandarudaraan, jelas Handy dalam pertemuan beberapa waktu lalu.
Penyesuaian skenario tersebut diatur melalui Surat Edaran Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Nomor 4 Tahun 2024 tanggal 12 Agustus 2024 tentang Pengaturan Operasional Penerbangan Selama Penyelenggaraan Bali Airshow 2024 di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali. Dalam Surat Edaran Dirjen tersebut, hal yang menjadi perhatian pengelola bandara adalah terkait pengaturan lalu lintas udara untuk sesi aerobatik pesawat udara. Untuk itu, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) telah mengeluarkan Notice To Airman (Notam) Nomor: A2447/24 perihal aircraft expected delay.
Selama pelaksanaan airshow, ruang udara digunakan untuk sesi latihan aerobatik dan untuk sesi pertunjukan aerobatik atau flying display di tanggal 18-21 September. Notam yang dikeluarkan oleh AirNav Indonesia telah diumumkan ke seluruh maskapai yang beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, sehingga maskapai dapat mengajukan penyesuaian jadwal penerbangan, lanjut Handy.
Selama penyelenggaraan airshow 15 s.d 21 September, diagendakan ada 4 sesi per hari, setiap sesi berlangsung selama 20 menit. Sesi pertama pada pukul 09.30-09.50 WITA, sesi kedua pukul 10.30-10.50 WITA, ketiga pukul 12.30-12.50 WITA, dan terakhir pada pukul 15.30-15.50 WITA.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Agustinus Budi Hartono bahwa berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perhubungan tersebut, telah dilakukan sosialisasi kepada maskapai yang jadwalnya berada pada jendela waktu atau window time pelaksanaan aerobatik pesawat.
“Untuk pengangkut atau maskapai, pada dasarnya SE mengatur dua hal utama yakni pembatasan slot dan pengaturan slot. Untuk pembatasan slot, selama Bali Airshow tidak diperkenankan menambah penerbangan atau extra flight. Sementara untuk pengaturan slot, maskapai yang terdampak window time latihan dan flying display agar mengajukan slot untuk menyesuaikan jadwal penerbangan,” jelasnya.
Sementara itu General Manager Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) Cabang Denpasar, Suryadi Joko Wiratmo, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengatur lalu lintas penerbangan Bali International Airshow agar berjalan sesuai rencana operasi dengan meminimalkan dampaknya terhadap jadwal penerbangan regular.
Berkaitan dengan keamanan, kegiatan airshow yang berlangsung di apron selatan Terminal General Aviation (GAT) bandara telah melalui serangkaian persiapan dan koordinasi lintas instansi. Perubahan Daerah Keamanan Terbatas (DKT) menjadi Daerah Sisi Darat telah dilakukan atas izin Direktorat Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan RI. Hal tersebut dilakukan mengingat pengunjung umum dapat mengakses area pameran yang berada di apron selatan bandara saat penyelenggaraan airshow. “Meski terdapat perubahan status, pengawasan keamanan tetap dilakukan secara ketat dengan penempatan personel keamanan lintas sektor, serta dengan memasang pagar pembatas keliling,”jelas Suryadi Joko Wiratmo.
Handy menambahkan, aspek keamanan lokasi hingga kenyamanan pengguna jalan menuju bandara, juga telah mendapat dukungan dari Kepolisian Daerah Bali dan Lanud TNI AU I Gusti Ngurah Rai melalui skenario rekayasa lalu lintas. Pihak penyelenggara juga turut mengimbau kepada calon pengunjung yang hendak menuju ke lokasi airshow untuk menggunakan shuttle bus yang disediakan di tiga lokasi, yakni di Kuta Beach Walk, Mall Bali Galeria, dan Bali Collection Nusa Dua untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. *BTNewspaper
