Pertajam Kurasi dan Monitoring “Buyer”

BBTF-2023: Pertajam Kurasi dan Monitoring “Buyer”

Share it

Nusa Dua, BTNp: ISU kualitas dan keberlanjutan kepariwisataan menjadi wacana popular dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-9 di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, 15-17 Juni 2023. Kesetaraan pasar dan produk selayaknya menjadi acuan bersama sesuai kesepakatan etik pariwisata global, sehingga kepariwisataan menjawab dimensi “kesejahteraan” bagi semua.

“Belajar dari ajang BBTF ke-9, kami (Deplu—Red) akan meningkatkan standar kurasi bagi “buyer” yang diundang. Kontra produksinya dalam hal ini, pemerintah pusat, daerah, industri dan penyelenggara menyiapkan produk dan “seller” yang setara standar. Kedepan, kami juga mempertajam standar monitor terhadap kinerja mitra yang dikirim ke Indonesia mengikuti ajang travex,” jelas Duta Besar Siti Nugraha Mauludiah, Staf Ahli Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri.menjawab Bali Travel Newspaper berkaitan dengan peran serta Kementerian Luar Negeri disektor kepariwisataan Indonesia.

Perlu dicatat Indonesia adalah negara pertama yang menandatangani komitmen merativikasi Konvensi Etik Kepariwisataan Global. Dan di tahun ke-9 BBTF, untuk pertama kali Kemlu aktif berperan mendatangkan “buyer” dari luar negeri sesuai dengan fungsi tugas kenegaraan. Ke depan, Deplu tidak hanya mengakurasi, mendatangkan dan kemudian memonitor kinenerja mitra bisnis dari wilayahnya. Juga dapat hadir mengakurasi potensi yang dapat ditawarkan kepada para calon “buyer” di wilayah kerja masing- masing.

Mewah dan Terjangkau

BBTF tahun ini memiliki 350 pembeli dari 51 negara yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 230 penjual dari 5 negara — Indonesia Italia, China, Malaysia dan Amerika–. Menjadikan BBTF, travex terbesar di Indonesia dalam catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Bali diproyeksikan sebagai destinasi  mewah terjangkauyang tidak boleh diposisikan murah.

“Indonesia memiliki begitu banyak potensi yang dapat kita gali lebih dalam mulai dari cruise business hingga keragaman produk seperti medical tourism, wellness, ecotourism hingga wisata MICE. BBTF adalah salah satu platform terbaik untuk berpromosi. Acara mengarah pada pemulihan – semakin banyak acara dan festival, semakin cepat pemulihan. Pemerintah akan mendorong one village one event, untuk memastikan keterlibatan masyarakat dalam melestarikan kearifan dan budaya lokal,” kata Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Produk dan Acara Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Menurut Gubernur Bali, W Koster saat membuka travex BBTF ke-9, pertumbuhan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Bali tergantung pada bagaimana stake holder merespons dan mengambil peluang. Wisata budaya, wisata kesehatan dan kebugaran memiliki potensi ekonomi pariwisata tinggi.

“Tunjukkan kapasitasnya dengan mempromosikan praktik-praktik terbaik yang memberikan dampak baik bagi lingkungan dan masyarakat setempat,” katanya. *BTNewspaper

 


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *