Reimagine, Recreate, Restore

HARI Lingkungan se Dunia (World Environment Day) diperingati setiap 5 Juni dengan beragam aktivitas. Di kawasan Tulamben Bali, yang identik dengan dive site Liberty Wreck, peringatan diselenggarakan dengan aksi adopsi dan penanaman terumbu karang. Diinisiasi PengProv POSSI Bali, aksi ini merupakan salah satu momentum dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang, sekaligus mendorong perekonomian wisata bahari yang cukup terdampak pandemi COVID-19.
Menurut adopter coral, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Ardhana Sukawati, kegiatan bertemakan reimagine, recreate, restore, diharapkan dapat menjadi salah satu aksi melindungi bumi, menyuarakan gaya hidup ramah lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan. Sejalan dengan upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali sesuai visi ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru, ditandai dengan Bali yang kawista, tata-titi tentram kerta raharja, dan gemah ripah lohjinawi.
Bali merupakan pulau kecil dengan luas wilayah 5.636,66 km2, terdiri dari 9 kabupaten/kota, 57 kecamatan, 716 desa/kelurahan, dan 1.493 desa adat, dengan jumlah penduduk 4,2 juta jiwa. Bali selama ini sudah dikenal sebagai the Paradise of Indonesia dengan tradisi dan budayanya yang unik, memesona sehingga menjadi daerah tujuan pariwisata dunia. Perekonomian Bali, khususnya sektor jasa pariwisata membutuhkan penataan dan pengelolaan perairan secara adat dan budaya yang menjadikan Bali Metaksu/Mebhawa-Agung, jelas Wagub Bali didampingi Ketua Bali Tourism Board/GIPI, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Bali dan Kepala Ombudsman Perwakilan Bali.
Ketua Umum PengProv POSSI Bali Mayor Laut KH Bagus Partha Wijaya melaporkan bahwa kegiatan tersebut selain upaya pelestarian lingkungan juga sebagai dukungan untuk sport tourism. Mengingat di Provinsi Bali olahraga menyelam belum terlalu digemari, berharap dengan adanya POSSI Bali, masyarakat Bali semakin terbuka dengan adanya olahraga selam dan semakin banyak masyarakat yang berminat dalam mengikuti olahraga tersebut.
Pada peringatan WED 2021, dilakukan penanaman 200 bibit terumbu karang yang diperoleh dari Kelompok Pembudidayaan Karang Hias Nusantara (KPKHN), Asosiasi Korek Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKII). Adopsi terumbu karang dilaksanakan berkelanjutan untuk memperluas tutupan karang diperairan dan memperkaya daya tarik wisata di Bali Utara. *BTNewspaper/e/dwi
