Tourism Table Top NPF 2025: “Empowering Island Through Partnership”

Tourism Table Top NPF 2025: “Empowering Island Through Partnership”

Share it

NUSA PENIDA, BTNp: Memperkuat posisi Nusa Penida sebagai pusat destinasi kepulauan unggulan yang menghubungkan pengalaman wisata autentik dengan peluang pariwisata global melalui kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan berkelanjutan, stake holder kepariwisataan bersinergi dengan pemerintah menyelenggarakan tourism table top.

Tourism table top, —serangkaian penyelenggaraan Nusa Penida Festival (NPF) ke-8— bertajuk “Empowering Islands Through Partnership”, bertempat di Caspla Beach Club. Tabletop, sinergi PHRI dan IHGMA mempertemukan 24 seller usaha kepariwisataan di Nusa Penida dengan 113 buyer dari anggota ASITA Bali dan ASPPI.

Tourism Tabletop NPF ke-8, pada Jumat, 7 November dibuka Bupati Klungkung I Made Satria sekaligus peluncuran atraksi wisata kapal selam (submarine) di Nusa Penida. Tercatat ada 3 (tiga) fasilitas kapal selam yang dioperasikan Caspla Beach Club, kerjasama dengan pihak ke tiga dari RRT.

Menurut Koordinator Tourism Tabletop NPF ke 8, I Ketut Tunggu S.Pd, —Sekretaris BPPD Kab. Klungkung—, penyelenggaraan ini mampu membangun jaringan bisnis pariwisata yang kuat antara pelaku pariwisata lokal di Nusa Penida, Lembongan, dan Ceningan dengan agen perjalanan serta tur operator dari Bali dan seluruh Indonesia. Selain meningkatkan promosi dan eksposur destinasi dengan menampilkan Nusa Penida, Ceningan, dan Lembongan sebagai bagian dari The Nusa Islands Experience — sebuah destinasi unik, autentik, dan berkelanjutan—.

Lebih lanjut dijelaskan, tabletop, juga mendorong kolaborasi lintas sektor antara penyedia akomodasi, layanan transportasi, aktivitas wisata, dan UMKM lokal untuk menciptakan paket wisata terpadu yang menarik. Memberdayakan pelaku pariwisata lokal dengan memperluas akses pasar dan membangun kemitraan jangka panjang yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif. Mempromosikan prinsip pariwisata berkelanjutan dengan menekankan pada konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Pada kesempatan sama, Ketua PHRI/BPPD Klungkung, I Putu Darmaya, menegaskan Tourism Tabletop NDF ke-8 adalah bentuk platform strategis tahunan bagi pelaku pariwisata untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan produk baru, dan mengembangkan kerja sama komersial secara langsung.

“Tidak sekadar hiburan. Kami mempertemukan buyer dan seller industri pariwisata melalui gala dinner, konten edukasi soal pengelolaan sampah, dan promosi budaya. Dengan focus merancang, mempromosikan dan “menjual” bukan lagi paket one day trip. Tetapi paket dengan minal stay 2-3 malam.Harapan kita kedepan event ini akan menjadi program tahunan agar bisa meningkatkan kualitas pariwisata di Nusa Penida, baik dari segi lama inap maupun dari segi daya beli produknya, serta kwalitas sumber daya manusia khususnya di pariwisata, paparnya.

Harapan senada juga disampaikan Bupati Klungkung bahwa Nusa Penida selayaknya diperuntukkan bagi investor dan wisatawan berkualitas. Mewujudkannya tidak cukup usaha yang dilakukan pemerintah. Diperlukan, sinergi, kolaborasi semua pihak terkait.

Kasadaran

Bagi buyer asal Klungkung mantan Ketua BPPD Klungkung Wisnu Arimbawa (Gede Tour), tabletop serangkain NPF bukan sekadar pertemuan bisnis (B2B), menghasilkan potensi kontrak kerja sama dan peluang penjualan antara pelaku pariwisata Nusa Penida dengan industri perjalanan yang lebih luas. Juga meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) Nusa Penida sebagai salah satu destinasi utama di Bali yang terkenal akan keindahan laut, budaya, dan pengalaman petualangannya. Membangun kepercayaan pasar terhadap kualitas, kesiapan, dan profesionalisme layanan pariwisata di Kabupaten Klungkung. Menjadi contoh kolaborasi pariwisata daerah yang menyatukan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan.

Pada penyelenggaraan NPF ke-8 bertema“The Soul of Tomorrow” sebagai simbol keseimbangan antara pelestarian budaya, alam, dan pembangunan berkelanjutan, para buyer ASITA dan ASPPI berkesempatan melakukan kunjungan lapangan kebeberapa atraksi wisata. Dan ASITA Bali berkesempatan menyerahkan bantuan sosial bedah rumah bagi masyarakat yang dinilai layak mendapat bantuan tersebut.

Kegiatan festival 7-9 November, dipusatkan dikawasan Pantai Tanjung Desa Batununggul, Caspla Beach Club, dan Amarta Nusa Penida, diawali dengan upacara “pakelem” dan pagelaran tarian masal Rejang Pasepan dan Baris Pati Gede dari Desa Pejukutan. *BTNewspaper


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *