Salah-satu-sudut-terminal-kedatangan-KLIA-ruang-penerimaan-bagasi

Wisatawan Indonesia Masuk 10 Besar Pasar Wisata Malaysia

Share it

Kuala Lumpur, BTNp: MINGGU petang (11 Desember) pesawat Malaysia Airlines (MH 714)  mendarat dengan mulus di landasan pacu Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Sepang, salah satu bandara dari 39 bandara di seluruh Malaysia –lima bandara internasional, 17 domestik, dan 17 STOLports—  dan satu bandara internasional di Turki yang dikelola Malaysia Airports Holdings Berhad  (MAHB).

Menjejakkan kaki di terminal Bandara KLIA, bukan saya sedang euporia dibukanya pembatasan perjalanan —pandemi COVID-19—dan dipermudahnya prosedur berkunjung ke Malaysia. Mengunjungi negeri tetangga dekat Indonesia ini,  atas undangan Lembaga Tourism Malaysia yang bekerjasama dengan Malaysia Airlines, untuk mengeksplore kekinian Malaysia.

Sudah cukup lama tidak menyinggahi bandara ini, terakhir —sebelum dikarantina COVID-19– , awal tahun 2014, “over-night” di hotel transitnya yang unik sebelum melanjutkan perjalanan dini hari saya esok harinya.

Nuansa Natal bulan Desember memang tidak sesemarak Desember empat, lima tahun lalu. Maklum, operasional jasa angkutan udara “belum” sepenuhnya pulih.

Terlepas dari optimisme perjalanan dan pertumbuhan yang melampaui tingkat sebelum COVID-19, ternyata 77% wisatawan secara global mengkhawatirkan penutupan perbatasan saat mereka sedang berada di luar negeri.

Survey menunjukkan wisatawan dari negara yang baru dibuka perbatasannya — Korea Selatan dan Jepang–  warga negara paling khawatir, dibandingkan warga Amerika Serikat (AS), Australia, dan India, yang dengan cepat mencabut aturan perbatasan.

Malaysia membuka kembali perbatasan pada 1 April dan per 1 Mei, melonggarkan prosedur operasi standar —wisatawan, pengunjung Malaysia tidak diharuskan menjalani tes COVID-19 pra-keberangkatan dan saat kedatangan, termasuk anak-anak berusia 17 tahun ke bawah dan asuransi perjalanan tidak menjadi prasyarat—  bagi orang asing yang masuk ke Malaysia.

Terbukti prosedur keberangkatan saya dan teman saya , lancar. Dari keberangkatan di Bali sampai tiba di hotel yang disediakan. Hanya berbekal fasilita bebas visa kunjungan wisata ASEAN, dokumen vaksin di apps PeduliLindungi dan mengisi MySejahtera, namun tidak ada pemeriksaan hal kesehatan ini.

Warga negara Indonesia yang berkunjung, masuk hitungan 10 pasar besar pariwisata malaysia.

Sepulu-besar-pasar-pariwisata-malaysia

Data yang saya dapatkan dari Kementerian Pariwisata Malaysia, di tahun 2019 , pariwisata berkontribusi 15,9 persen terhadap ekonomi Malaysia dan mendukung 3,6 juta pekerjaan —merupakan 23,6 persen dari total tenaga kerja di negara tersebut—. Tahun 2022, menurut Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia,  Datuk Seri Nancy Shukri, Malaysia mampu  menerima 4,5 juta kedatangan turis internasional, dengan penerimaan pariwisata sebesar RM11,1 miliar.

November Baru 59 Persen

Jaringan bandara MAHB — lima bandara internasional, 17 domestik, dan 17 STOLports, satu bandara di Turki— mencatat 7,8 juta pergerakan penumpang pada November 2022, mencapai 67,8% dari level November 2019. Inter  Malaysia mencatat lebih dari 5 juta pergerakan penumpang selama tiga bulan berturut-turut (5,2 juta pergerakan penumpang untuk November 2022), mencapai 59,8% dari level November 2019.

Sektor internasional  menunjukkan  pertumbuhan positip, mencatatkan 2,2 juta penumpang  atau  50,9% dari level November 2019. Untuk pertama kalinya sejak wabah COVID-19, sektor internasional menyumbang 43% dari total lalu lintas pada November 2022.  . Sedangkan untuk sektor domestik tercatat 2,9 juta pergerakan penumpang,  mencapai 68,9% dari level November 2019.

Bulan November dalam catatan MAHB adalah low season,  namun pada November 2022, jaringan bandara MAHB mencatat 7,8 juta pergerakan penumpang. Pergerakan penumpang internasional tetap di atas angka 3 juta sejak Juli, dan mencapai 3,6 juta penumpang pada November 2022, — 65,5% dari level 2019–. Sektor domestik mencatatkan 4,2 juta pergerakan penumpang pada November 2022, mencapai 70,0% dari November 2019.

Khusus untuk di Bandara KLIA:

Traffic-di-jejaring-bandara-MHAB

Jembatan Udara

Bandara KLIA menjadi hub wisatawan ke kawasan  Asia Selatan seperti  ke India dengan lima destinasi, Srilangka, Bangladesh, Nepal. Ke kawasan Asia Utara Jepang dengan tiga tujuan terbang, Korea Selatan, China, Hongkong, Teipei. Kawasan Timur Tengah ke Qatar, Saudi Arabia dengan dua tujuan terbang. Untuk kawasan Australia dan New Zeland, ada connecting flight ke Adelide, Melbourney, Sydney, Perth dan juga ke kawasan Eropa. *Dwi/AsRed Bali Travel Newspaper


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *