BBTF 2025: “Bali as a Brand” adalah Tanggungjawab Bersama
DENPASAR, BTNp: TOTAL 279 registered buyer berasal dari Algeria (2), Australia (15), Bangladesh (3), Belgia (1), China (6), Denmark (1), Estonia (1), Francis (1), Jerman (2), Hong Kong S.A.R. (1), India (18), Indonesia (132), Itali (2), Kazakhstan (1), Kenya (2), South Korea (4), Libya (2), Lithuania (1), Malaysia (15), Mauritius (1), Myanmar (7), Nepal (1), Netherlands (7), Oman (6), Pakistan (1), Pilipina (10), Russia (3), Saudi Arabia (1), Singapore (7), South Africa (2), Spanyol (2), Thailand (2), Turkey (5), Uganda (3), United Arab Emirates (9), United Kingdom (5), United States (1), Uzbekistan (1), dan Vietnam (2).
Serta 256 seller/exhibitor mengisi ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-11, tahun 2025. Khusus beberapa seller dari hotel, destinasi wisata di Bali adalah industri pariwisata terakreditasi Tri Hita Karana dalam berbagai tingkatan. THK Accreditation and Awards merupakan akreditasi keberlanjutan secara norma kearifan lokal Bali yang diakui UN-Tourism.
Mengusung tema Indonesia: Preserving Green Nature and Cultural Heritage for the World, BBTF-2025 diselenggarakan di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali mulai Rabu 11 Juni s.d 13 Juni. Dilanjutkan dengan posttour bagi buyer ke beberapa destinasi wisata di Bali dan beyond Bali.
Bagi DPD ASITA Bali, tahun ke 11, membuktikan BBTF, bukan sekadar acara, tetapi terobosan strategis untuk memastikan pertumbuhan pariwisata Bali, Indonesia tetap berjalan dengan harmoni, berkelanjutan, dan berkeseimbangan selaras alam.
“Dalam ilmu filosofi feng shui – angka 11 adalah titik keseimbangan – antara masa lalu dan masa depan, antara warisan dan inovasi, antara pelestarian dan kemajuan,” ungkap Ketua Penyelenggara BBTF yang juga Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, S.AB,M.A.P.
BBTF adalah ekosistem kepercayaan, ruang membangun networking, memperkuat kolaborasi, dan menjaga kualitas serta reputasi pariwisata Indonesia. Bali as a brand adalah tanggung jawab bersama, lanjutnya.
Melalui BBTF, Bali sebagai destinasi dunia tidak hanya menjadi tempat bertemunya para pelaku industri, tetapi juga menjadi ajang untuk mempromosikan keberlanjutan, kualitas, inovasi, serta kekayaan budaya dan keindahan alam (green nature) dalam pariwisata Indonesia.
BBTF 2025 tidak hanya menampilkan destinasi unggulan seperti Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba, dan Borobudur, juga menghadirkan inovasi dalam industri pariwisata, antara lain spiritual dan retreat, menawarkan wisata menenangkan melalui meditasi, yoga, dan kunjungan ke tempat suci untuk ketenangan batin dan keseimbangan hidup.
Pariwisata medis dan kesehatan, seperti diketahui wisatawan global semakin mencari layanan kesehatan berkualitas dengan pengalaman perjalanan yang nyaman. Pariwisata petualangan yang semakin diminati generasi muda dengan eksplorasi alam dan ekowisata autentik. Luxury tourism dengan tren permintaan akomodasi eksklusif, layanan premium, dan pengalaman personal. BBTF 25 juga menawarkan wisata berbasis teknologi dengan menghadirkan AI matchmaking, pertemuan B2B virtual, dan solusi cerdas meningkatkan efisiensi serta konektivitas bisnis.
Perlu dicatat, dalam penyelenggaraan event BBTF, potensi transaksi bisnis B2B menunjukkan peningkatan 10 – 13%. Angka trsebut wujud komitmen, kepercayaan global terhadap event BBTF, dan potensi bagi pertumbuhan industri pariwisata Indonesia.
Knowledge Sharing
Program uggulan BBTF adalah tourism talkshow bagian knowledge sharing, sesi inspiratif dari para pakar untuk merespons tren global. Tajuk bahasan Achieving Sustainable Tourism with Intangible Cultural Heritage , menampilkan pembicara antara lain Jelle Therry (Lanscape Architect and Director of Urban Nature Design) dengan topik Integrating Urban Nature in Tourism Infrastructure, Ida Bagus Agung Gunarthawa (Founder of Samsara Living Museum), topik bahasan Reviving Cultural Heritage Through Community-Based Tourism, Jean Couteau (Cultural Historian, Writer and Art Critic) berbicara hal Bali’s Soul in Transition: Safeguarding Intangible Heritage in a Modern Tourism Era.
Sementara di arena networking dan exhibition, terbuka ruang pertemuan profesional antara para seller dan buyer untuk memperluas jaringan kerjasama dan promosi produk. Disediakan program post tour signature, sebagai bentuk promosi destinasi dengan menawarkan pengalaman eksklusif ke berbagai destinasi unggulan kepada para buyer yang belum pernah menjual destinasi tersebut. Tersedia Podcast khusus kepada para seller untuk mempromosikan produknya secara online.
Lebih dari sekadar pertemuan bisnis, BBTF 2025 juga menjadi katalis bagi kolaborasi antara pemerintah, industri pariwisata, institusi keuangan, serta advokasi keberlanjutan termasuk kolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan brand global guna memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata membawa dampak positif bagi masyarakat, lingkungan untuk meningkatkan daya saing di kancah internasional.
BBTF 2025 menempatkan Bali sebagai ikon pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan berkualitas yang respect pada alam dan budaya Bali. Ditengah kemajuan industri digital, industri pariwisata tetap memerlukan sentuhan “manusia” dalam pelayanannya. *BTNewspaper
