Keterbukaan Uzbekistan: Charter Qanot Sharq Mendarat di Bandara Ngurah Rai
MANGUPURA, BTNp: PESAWAT Airbus (A 330-200) charter flight airline swasta Uzbekistan, Qanot Sharq, mendarat mulus dilandasan basah ditengah gerimis, bandara I Gst Ngurah Rai pukul 12.40 (wita, Rabu, 25/6). Charter flight HH 2211, berkapasitas 256 tempat duduk ini, menurunkan 216 penumpang klas ekonomi, 15 penumpang dari klas bisnis, dua orang pilot dan 8 orang flight attendant.
Penumpang dominan wisatawan asal Uzbekistan, 13 orang diantaranya influencer dan delapan orang perwakilan retailer dibawah whole seller Asialuxe Travel. Para influencer dan retailer tour mengikuti program famtrips kerjasama AsiaLuxe dan Pegasus Indonesia Travel.
Direct charter flight Tashkent- Bali yang diinisiasi AsiaLuxe Travel dan Pegasus Indonesia Travel (DMC) diagenda per 10 hari sampai bulan September. Dengan schedule July 5, 15, 25, August 4, 14, 24, and September 3.
Dikutip dari gazeta.uz, waktu tempuh direct flight ini hanya 10 jam. Sebelumnya, layanan penerbangan ke Bali dari Uzbekistan, melalui Istanbul, Dubai, dan Kuala Lumpur. Butuh waktu hingga 15-20 jam untuk sampai ke Bali.
Keterbukaan
Dmitry Efremov, kapten Qanot Sharq HH 2211, mengatakan: “Bagi Uzbekistan, ini bukan sekadar peluncuran penerbangan baru, ini adalah simbol keterbukaan, aspirasi untuk pariwisata global, dan penguatan hubungan internasional. Kami bangga menjadi yang pertama menghubungkan Tashkent dengan Bali secara langsung.”
Pembukaan rute ini merupakan respons terhadap meningkatnya minat di Asia Tenggara dan konfirmasi atas “kematangan” permintaan pariwisata di kawasan tersebut. Bali adalah salah satu tujuan wisata yang paling diminati oleh wisatawan Uzbekistan, dan kini lebih dekat dari sebelumnya.
“Penerbangan langsung ke Bali merupakan cerminan ambisi baru Uzbekistan. Pariwisata berubah, negara ini terbuka untuk dunia, dan warganya semakin memilih rute yang panjang dan penuh aksi. Kami senang menjadi konduktor perubahan ini,” kata Asialuxe Travel.
Selama tahun 2025, BPS mencatat sebanyak 2.042.666 kunjungan wisman yang datang langsung ke Bali. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah wisman tercatat meningkat hingga 10,55 persen. Wisman terbanyak yang datang ke Bali pada tahun 2025 tercatat berasal dari Australia, yakni sebanyak 474.277 kunjungan. Sementara di tahun 2025 kedatangan warga Uzbekistan ke Bali tercatat 1.374 pada bulan Januari, 901 orang bulan Februari, 279 orang pada Maret dan 523 orang di bulan April.
Dengan layanan charter ini diharapkan kunjungan warga Uzbekistan meningkat signifikan, ungkap Enrico Manuhutu, Executive Manager Pegasus Indonesia Travel.
Pesawat A 330-200 Qanot Sharq HH 2212 lepas landas dari bandara I Gst Ngurah Rai pada hari yang sama pukul 14.10 (Wita) menuju bandara Islam Karimov, Taskent International Airport. *BTNewspaper
