Aspac virtual pertemuan virtual

Memulai Pergerakan Wisata di Asia dan Pasifik

Share it

Para pemimpin pariwisata se Asia dan Pasifik (Aspac)  bertemu untuk merencanakan pemulihan dan dimulainya kembali sektor perjalanan wisata di seluruh kawasan.

Bali, BTNp: PERTEMUAN  Gabungan ke-33 Komisi Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) untuk Asia Timur dan Pasifik serta  Komite Asia Selatan (14 September 2021) diselenggarakan secara hybrid  di tengah tahun yang penuh tantangan.  Sektor pariwisata dikawasan  Asia dan Pasifik mencatat penurunan kedatangan wisatawan internasional 95% dalam lima bulan pertama tahun 2021.

Restart dan Pemulihan Terkoordinasi

Data UNWTO juga menunjukkan bahwa kawasan Aspac memiliki proporsi terbesar tujuan wisata yang tertutup bagi wisatawan, Negara-negara Anggota mengambil bagian dalam pertemuan virtual difokuskan pada koordinasi langkah-langkah kebijakan dan strategi untuk mempercepat pemulihan kegiatan pariwisata di kawasan Aspac. Termasuk pencabutan bertahap pembatasan perjalanan dan pengenalan koridor perjalanan. Ke depan, Anggota juga menyepakati pentingnya peningkatan keterampilan tenaga kerja pariwisata, serta meningkatkan inovasi dan transformasi digital.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan: “Kawasan Asia dan Pasifik memiliki bukti catatan sebagai tujuan wisata yang dinamis. Dengan langkah-langkah kebijakan yang tepat dengan koordinasi kuat, destinasi dapat memulai secara aman menyambut kembali pengunjung internasional, wujud potensi pariwisata sebagai pendorong pemulihan dan pertumbuhan inklusif.”

Tuan Rumah WTD 2022

Pertemuan diikuti lebih dari 120 peserta perwakilan 25 negara dari 29 negara anggota UNWTO di kawasan Asia Pacific dibawah kepemimpinan Malaysia dan Maladewa. Menjelang Sesi ke-24 Majelis Umum UNWTO (30 November – 3 Desember 2021, di  Marrakesh, Maroko) pertemuan ditutup dengan pemilihan dan nominasi untuk posisi-posisi dalam badan-badan utama UNWTO.

Ditetapkan India dan Iran dinominasikan untuk mewakili Asia Selatan di Dewan Eksekutif UNWTO; Kamboja dan Maladewa dinominasikan untuk mewakili wilayah tersebut sebagai Wakil Presiden Majelis Umum ke-24, sementara Samoa dan Bhutan akan melayani anggota di Komite Kredensial.

Malaysia dan Maladewa dinominasikan sebagai Ketua untuk menjabat Komisi Aspac untuk masa jabatan kedua, dengan Fiji dan Jepang ditunjuk untuk memainkan peran Wakil Ketua Komite Asia Timur dan Pasifik, sementara Bangladesh dan Iran akan menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Asia Selatan. Terakhir, Maladewa dinominasikan sebagai tempat Pertemuan Gabungan Kedua Komisi (CAP dan CSA)  pada tahun 2022, dan Indonesia dikukuhkan sebagai tuan rumah Hari Pariwisata Dunia 2022. *BTNewspaper/UNWTO


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *