Mewujudkan Harmoni Semesta di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali
BADUNG, BTNp:TRI Hita Karana, sebuah filosofi Bali yang memiliki makna tiga sumber kebahagiaan, mengajarkan pentingnya hubungan harmonisasi dalam kehidupan, yaitu: Parahyangan, hubungan manusia dengan Tuhan. Pawongan, hubungan manusia dengan sesama manusia dan Palemahan, hubungan manusia dengan lingkungan.
Filosofi ini diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan hotel Discovery Kartika Plaza Hotel Bali. Dalam konteks hotel, penerapan Parahyangan meliputi tidak adanya simbol-simbol agama yang digunakan sebagai hiasan, seperti arca dewa atau aksara suci. Selain itu, hotel memiliki tempat suci atau pura yang digunakan untuk upacara keagamaan. Juga memberikan kontribusi dalam kegiatan keagamaan di parahyangan sekitar atau Kahyangan Desa.
Upaya pelestarian dan pengembangan tradisi keagamaan di hotel dilakukan dengan melibatkan karyawan dalam setiap ritual keagamaan, mulai dari proses pembuatan sarana, hingga akhir ritual, misalnya Piodalan Pura dan Tirtha Yatra. Bagi setiap karyawan yang baru bergabung, selain mendapat orientasi terkait sejarah dan fasilitas hotel, juga diharuskan menjalani sembahyang di salah satu pura di area hotel. Tujuannya adalah untuk memohon restu dalam setiap pekerjaan yang akan dikerjakan. Hotel memiliki penanggung jawab dalam kegiatan keagaaman, yaitu Mangku I Made Bagus Arya, yang bertugas menyediakan kebutuhan sesajen/banten untuk sembahyang sehari-hari, termasuk pada saat Purnama/Tilem, Kajeng Kliwon, seperti canang sari, rarapan, dupa, lekesan, juga segehan, sesuai dengan dresta agama Hindu.
Bidang Parahyangan ini juga menjadi pilar hotel untuk membentuk suatu komunitas, bernama SADHU (Suka Duka Umat Hindu). Organisasi ini meliputi bidang tirtha yatra & sosial, pesantian, tari, tabuh,dan operasional. Hotel juga menyediakan koleksi buku terkait ajaran Taoist dan Hindu Kesatuan, serta mengadakan kegiatan Dharma Tula atau ceramah agama secara teratur.
Para tamu yang menginap juga mendapat informasi terkait Tri Hita Karana. Dengan cara-cara ini, menejemen hotel memastikan bahwa nilai-nilai spiritual Tri Hita Karana selalu hadir dalam setiap pekerjaan operasional di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali.
Mendukung UMKM
Menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan manusia —tata nilai Pawongan— diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan dan pengembangan organisasi tradisional di area hotel, yaitu mendukung program UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Hoyel memiliki pengrajin tenun, seni lukis, pahat, dan juga kerajinan tangan. Memberikan perhatian khusus kepada para tamu penyandang disabilitas dengan menyediakan fasilitas yang memadai, baik di area hotel (lobi, restoran), kamar, juga kursi roda. Memperkerjakan karyawan penyandang disabilitas (tuna wicara dan kaki polio). Karyawan difasilitasi fasilitas olah raga yang dapat digunakan setiap minggu, diberikan hak untuk cuti, serta pengadaan koperasi bagi karyawan di area hotel. Hotel juga aktif memberikan seminar dan penyuluhan bagi karyawan, antara lain terkait HIV-Aids, beauty class, pelatihan penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) secara periodik
Selain itu, organisasi sosial hotel, sangat aktif melakukan kegiatan bakti sosial untuk sesama manusia yang memerlukan, yakni organisasi Artha Graha Peduli. Agenda yang dilakukan antara lain: kunjungan ke panti asuhan, panti jompo, sekolah-sekolah, dengan memberikan sumbangan sembilan bahan pokok (sembako). Menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan lain, untuk mengajak tamu menyaksikan seni dan budaya Bali, seperti tari kecak dan barong, yang juga dilakukan oleh karyawan Discovery Kartika Plaza Hotel Bali.
Meminimalkan Timbulan Limbah
Discovery Kartika Plaza Hotel di Indonesia berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dengan mengadopsi konsep Palemahan. Hotel ini berfokus pada pengelolaan sampah yang efisien, meminimalkan produksi limbah, dan menggunakan zonasi lahan sesuai dengan konsep tradisional tri mandala dan sanga mandala. Struktur bangunan hotel disesuaikan dengan konsep tri angga dan dilengkapi dengan fasilitas IPAL/STP yang berfungsi dengan baik. Program lingkungan yang dilakukan termasuk pelepasan tukik, penanaman mangrove, pelepasan burung, dan pembersihan pantai, yang semuanya bertujuan untuk konservasi lahan dan keanekaragaman hayati.
Hotel juga memastikan sanitasi dan kebersihan yang baik, menggunakan bahan pembersih ramah lingkungan, dan menghemat air serta energi. Selain itu, hotel tidak memiliki konflik lingkungan, menjaga keanekaragaman flora, melestarikan tanaman langka, dan memiliki taman yang mencerminkan unsur-unsur panca mahabuta. Hotel mampu mengelola limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dengan baik dan benar, serta tidak menggunakan styrofoam dan plastik sekali pakai. Sistem Manajemen Lingkungan diterapkan secara efektif, termasuk pelaporan elektronik melalui SIMPEL, yang menunjukkan komitmen hotel terhadap praktik lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan menerapkan filosofi Tri Hita Karana, menejemen hotel berupaya menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab sosial, budaya, dan lingkungan dalam operasionalnya. Selaras alam berdasar filosofi Tri Hita Karana dengan harmonisasi pelaksanaan nilai Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan. * Indria Ratu Patimasang, Director of Marketing Communication DKPH
