DTW Tanah Lot Bersertifikat CHSE, Segera Gelar Even

SAAT pariwisata berangsur normal, manajemen merencanakan menggelar event promosi dengan mengikutsertakan seniman lokal dan pelaku usaha kecil. Selain untuk menggairahkan minat wisatawan berkunjung, juga memberikan kontribusi bagi pelaku UMKM. Sekaligus perawatan infrastruktur yang sudah ada,” papar Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, SE menjawab Bali Travel Newspaper.
Lebih jauh dijelaskan Sudiana, tahun 2021 pariwisata masih belum bisa dikatakan pulih atau normal. Namun dengan telah dilaksanakannya vaksinasi bertahap oleh Pemerintah menjadi harapan baru bagi dunia pariwisata. Dan dengan dilaksanakannya vaksinasi untuk pekerja pariwisata, diyakini memberi stigma positif keseriusan pemerintah untuk pemulihan pariwisata tentunya dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sesuai standar.
Sembari menunggu situasi pasar menjadi lebih kondusif, menajemen DTW Tanah Lot tetap menjalankan fungsi tugas dan beroperasi meski pun terbatas dan disesuai dengan jumlah kunjungan.
“Operasional apa adanya saja mengingat kunjungan wisatawan juga bisa dibilang sepi. Tetapi kami tetap jaga dan awasi termasuk fasilitas prokes serta pelaksanaan prokes di lapangan, mengingat DTW Tanah Lot juga telah mendapat sertifikat CHSE dari Kemenparekraf,” jelasnya.
Berharap pertengahan tahun, sesuai analisa beberapa pakar pariwisata bahwa sudah mulai dilaksanakan travel bubble sesuai program Kemenparekraf. Prediksi dan informasi dari beberapa agent, sudah ada booking dari pasar domestik mau pun mancanegara untuk pertengahan tahun (antara Juli-Agustus). DTW Tanah Lot membuka diri untuk kunjungan wisatawan dengan tetap disiplin dalam penerapan protocol CHSE.
DTW Tanah Lot sudah menerapkan protokol kesehatan dan sudah tersertifikasi dari Pemerintah Kabupaten Tabanan, sejak 20 Juli 2020,. Memasuki tahun 2021 ini DTW yang terkenal dengan keindahan sunset dan alamnya serta daya magis pura di tengah laut, memperketat penerapan protokol kesehatan. Dan telah mendapatkan sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environtmental Sustainability Standards) dari Kemenparekraf Republik Indonesia. Dengan harapan mengembalikan kepercayaan wisatawan agar kembali berwisata. Selain itu, protokol kesehatan berbasis CHSE juga untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para wisatawan. Dengan demikian, mereka bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
Penerapan prosedur CHSE adalah pengukuran suhu tubuh, kewajiban para wisatawan untuk mencuci tangan, menyediakan hand sanitizer di setiap pos masuk, hingga penyemprotan disinfektan secara rutin. Walaupun sebelumnya prosedur ini sudah rutin dilaksanakan namun saat ini pengelola berusaha untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengecekan berkala sehingga semua stake holder disiplin dalam penerapannya.
“Kami juga sudah menyediakan wastafel dan hand sanitizer di pos-pos strategis sampai areal pantai. Serta petugas kami yang di lapangan rutin melakukan pengawasan. Walaupun sangat jarang ditemui wisatawan yang bandel, kadang ada saja wisatawan yang salah memakai masker atau secara tidak sadar berkerumun dengan teman-temannya. Biasanya hal seperti itu langsung kami dekati dan beri pengertian. Selain itu rutin menghimbau lewat pengeras suara di parkir dan pantai juga. Karena kami ingin wisatawan yang berkunjung selalu merasa aman dan nyaman saat berada di kawasan,” tambahnya. Dampak pandemi COVID-19, sangat jelas dengan menurunnya kunjungan ke destinasi wisata selama Januari 2021, DTW Tanah Lot menerima kunjungan 23.537 wisatawan yang di dominasi wisatawan domestik . Kunjungan sepanjang tahun 2020 hanya 617.687 untuk tahun 2020, turun drastis dari tahun- tahun
