TTM Plus 2025: Kurangi Emisi 669,84 kgCO₂eq

TTM Plus 2025: Kurangi Emisi 669,84 kgCO₂eq

Share it

Thailand Travel Mart Plus 2025BANGKOK, BTNp: THAILAND Travel Mart Plus 2025 (TTM+25), resmi berstatus Carbon Neutral Event Self Declaration/ Deklarasi Acara Netral Karbon. Diselenggarakan Tourism Authority of Thailand (TAT) 4 – 6 Juni 2025 di Royal Park Rajapruek di Chiang Mai, TTM Plus 2025, berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 669,84 kgCO₂eq —setara dengan kapasitas penyerapan karbon 47 pohon— dan mengalihkan 1.080,63 kilogram sampah dari tempat pembuangan akhir melalui sistem pemilahan dan daur ulang komprehensif.

Menurut Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, keberlanjutan merupakan dasar dari semua inisiatif TAT. Carbon Neutral Event Self Declaration adalah standar “keberlanjutan” dalam acara perdagangan pariwisata di seluruh Asia.

“TTM Plus 2025 bukan hanya platform bisnis pariwisata internasional, tetapi juga merupakan cerminan langsung dari misi TAT untuk mendorong pariwisata bertanggung jawab yang bermanfaat bagi manusia dan planet ini. Praktik Carbon Neutral Event Self Declaration di TTM Plus 2025 adalah tindakan demonstrasi yang jelas dari visi TAT,” tegasnya.

Untuk memenuhi persyaratan deklarasi netralitas karbon, TTM Plus 2025 bekerja sama dengan Provincial Electricity Authority (Otoritas Listrik Provinsi /PEA) untuk memantau emisi karbon selama acara berlangsung. Emisi yang dihasilkan di tempat diukur dengan cermat dan melalui platform Carbon Knox Declaration (Deklarasi Karbon Knox). Inisiatif tersebut menghasilkan pengurangan total sebesar 669,84 kgCO₂eq—setara dengan penyerapan karbon dari 47 pohon.

TTM Plus 2025-Netral Karbon

TTM Plus 2025 juga menerapkan strategi pengelolaan limbah dengan keberhasilan mengalihkan total dalam tiga hari penyelenggaraan acara sebesar 1.080,63 kilogram limbah dari tempat pembuangan akhir. Limbah diklasifikasikan menjadi limbah umum (555 kg), sisa makanan (425 kg), dan barang daur ulang (100,63 kg). Bermitra dengan Central Tham and Recycle Day untuk memastikan sampah diproses secara bertanggung jawab. Sampah organik diubah menjadi biogas di Universitas Chiang Mai, sementara plastik PET dan barang daur ulang lainnya dikirim ke pusat daur ulang resmi.

Sejalan dengan komitmen nol sampah makanan (Zero Food Waste), TTM Plus 2025 mengalihkan kelebihan makanan ke masyarakat setempat. Sebanyak 300 paket makanan dan air didistribusikan ke Panti Asuhan Wat Don Chan dan Sekolah Tunanetra “Utara”, di  Chiang Mai. Keputusan tersebut, mengubah kelebihan menjadi peluang dan memperluas dampak penyelenggaraan travel mart di luar metrik keberlanjutan.

Landasan Luncur Keberlanjutan

TTM Plus 2025 menandai babak baru pariwisata Thailand, kata Menteri Pariwisata dan Olahraga, Thailand, Sorawong Thienthong, saat membuka TTM.

“Ini adalah landasan “luncur” ide-ide berkelanjutan, menghubungkan pasar global bagi bisnis lokal, dan pameran potensi kreatif berbasis budaya Thailand,” tegasnya.

Menteri Sorawong didampingi Gubernur Tourism Authority of Thailand (TAT), Thapanee Kiatphaibool, menambahkan bahwa TTMPlus 2025 berperan penting dalam membentuk kembali rantai pasok pariwisata Thailand. Meningkatkan efisiensi dan daya saing dengan membenahi standar layanan, menonjolkan pengalaman autentik, dan memberikan nilai ekonomi yang terukur. Dan penyelenggaraan TTM Plus menegaskan kembali visi strategis Thailand untuk pertumbuhan pariwisata inklusif dan berkelanjutan.

Pada edisi ke-22, TTM Plus 2025 menampilkan program dinamis, memadukan bisnis, budaya, dan inovasi.  Acara dibuka dengan pra-tur terakurasi, ruang pembaruan produk Thailand, dan TTM-Talk. Para delegasi kemudian berpartisipasi dalam pertemuan bisnis, diselingi sajian budaya dan bersantap siang bersama termasuk “Malam Chiang Mai” yang khas. TTM Plus 2025 ditutup dengan business networking happy hour untuk membina kemitraan internasional.

Belajar-Tradisi-Lana- Thailand- di-TTM-Plus-2025
                                                                      Workshop tradisi Lana Thailand@TTMPlus2025

Sementara di arena TTM+ – Talk mengambil tema “The Soul of Thailand: 3F Essentials,” —menyoroti fondasi budaya soft power Thailand—Flavours, Fulfilment, and Fabric, s—, Deputy Policy Advisor to the Prime Minister and Chairman of the National Soft Power Development Committee,  Dr. Surapong Suebwonglee,  memaparkan hal strategi soft power nasional Thailand.

TTM Plus 2025-Talk menampilkan para pakar terkenal dalam bidang gastronomi, kesehatan holistik, dan tekstil Thailand dalam mode modern—yang menawarkan wawasan baru kepada pembeli global tentang ekonomi kreatif dan kekhasan budaya Thailand.

Selain keberhasilan lingkungannya, TTMPlus 2025 melampaui sasaran bisnisnya, menyelenggarakan lebih dari 13.000 janji temu terjadwal, lebih dari 4,29 miliar Baht pendapatan pariwisata. Acara ini menyambut 406 pembeli internasional dari 51 negara, 450 penjual, dan 117 perwakilan media, memperkuat posisi kompetitif Thailand sebagai tujuan utama untuk pariwisata inklusif  berkelanjutan dan bertanggung jawab. * BTNewspaper

 


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *