Alam Buleleng Sungguh Menakjubkan

Share it

KABUPATEN Buleleng yang juga kerap disebut Bali Utara (Denbukit) memiliki potensi yang luar biasa dari segala aspek. Dari aspek kepariwisataan, Buleleng menyimpan sejuta keindahan secara alami dan segudang seni budaya unik, yang menarik untuk dinikmati.

Buleleng dengan topografinya yang berbukit-bukit dengan hutannya yang  yangmenghijau lestari, melahirkan puluhan air terjun yang menakjubkan dan senantiasa mengundang kekaguman dunia. Sampai saat ini tercatat ada 25 (dua puluh lima) air terjun di Buleleng dan sementara yang paling terkenal adalah Air Terjun Gitgit.

Air terjun Gitgit, terletak kurang lebih 7 Km kearah Selatan Kota Singaraja. Air terjun dengan ketinggian terjunnya 35 meter, menjadikan air terjun Gitgit, sebagai air terjun tertinggi di Bali. Jatuhnya air setinggi 35 meter yang membentur bebatuan tebing bukit melahirkan deburan lembut yang menyejukkan hati para pengunjung.

Air terjun Gitgit, tidak sulit untuk dijangkau oleh wisatawan. Dari jalan raya pengunjung/wisatawan hanya berjalan kaki sekitar 20 menit untuk mencapainya. Dalam perjalanan wisatawan akan dihibur oleh binatang-binatang hutan, termasuk kicauan merdu burung-burung kecil yang menggelayut pada dahan-dahan pohon yang tumbuh subur pada tebing-tebing bukit.

Menurut Sudama Diana, S.Sos. MM., Kepala Dinas Kepariwisataan Buleleng, bahwa alam Buleleng memang sungguh sangat menakjubkan. Bagian Selatan berderet bukit-bukit yang terbantang dari ujung barat ketimu, bagian utaranya adalah pantai sepanjang 157 Km. Jarak pantai dan pegunungan tidak begitu jauh, sehingga perpaduan keduanya melahirkan atmosfer Nyegara-Gunung. Lebih jauh Sudama Diana mengatakan, Buleleng dengan topografinya yang berbukit dengan hutannya yang hijau lastari telah melahirkan puluhan air terjun yang senantiasa membawamanfaat bagi kita semua termasuk manfaat bagi kepariwisataan Buleleng.

  “Kita telah dikaruniai alam Buleleng yang sungguh menakjubkan dan begitu pula kita telah diwarisi segudang seni budaya yang unik. Mari kita jaga kelestariannya. Pengembangan dan inovasi pariwisata yang kita lakukan tidak boleh merusak alam dan menghilangkan keunikan budaya yang kita warisi,” tegas Sudama Diana.*BTNewspaper/e/A. Suamba  


Share it

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *